Woman's Thought

Antara Jakarta dan Mekkah

Hari pertama perjalanan Umroh kami memang dihabiskan di perjalanan, di airport dan di pesawat. Penerbangan long haul CGK-SIN, SIN-JED yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan bus selama dua jam dari Jeddah ke Mekkah total menghabiskan waktu hampir 17 jam. Lama perjaanan ini terhitung sejak waktu kumpul di Terminal 2 Soekarno Hatta International Aiirport (SHIA) pada pukul 03.00 WIB hingga mendarat di King Abdul Aziz International Airport Jeddah pukul 21.15 dan akhirnya menjejak Kota Mekkah pada sekitar pukul 24.00 waktu Saudi.

Dari Jakarta kami menggunakan maskapai Air Asia menuju Singapore terlebih dahulu dan transit di Bandar Udara Changi sekitar 7 jam lamanya sebelum lanjut ke Jeddah dengan menggunakan maskapai penerbangan Saudi Airlines. Waktu transit yang cukup lama tak begitu terasa karena dihabiskan untuk menjalani rangkaian proses pemeriksaan di imigrasi, menunggu dan mengambil bagasi, pindah terminal, makan siang, sholat, keliling-keliling Changi hingga kemudian antri lagi untuk check in bagasi dan boarding menuju Jeddah.

Tim Musahefiz –travel yang mengurusi umroh kami– kebetulan menjadwalkan kegiatan umroh langsung dilaksanakan setibanya kami di Mekkah  pada tanggal 25 Desember 2018. Jadi di Singapore kami semua para jamaah sudah menggunakan pakaian ihrom sesaat sebelum boarding ke pesawat. Sedangkan Miqot kami lakukan di dalam pesawat sekitar 20 menit sebelum pesawat landing atau di atas Yalamlam. Waktu dan lokasi Miqot bisa dipantau dari layar monitor yang ada di bagian belakang bangku pesawat. Miqot dilakukan saat petunjuk waktu menunjukkan 00.00 dan dipandu juga oleh Tour Leader kami Ristianti Ratna Aprilia yang kami panggil dengan Dinda.

Bagi saya, menggunakan pakaian ihrom bukanlah perkara rumit karena  begitulah cara saya berpakaian sehari, baju panjang dan kerudung lebar.  Tantangannya adalah bagaimana menjaga kesucian pakaian selama perjalanan, apalagi anak-anak jarang sekali menggunakan gamis panjang dan khimar lebar, sedangkan Pak Suami sudah menggunakan kain ihrom. Saya  mewanti-wanti sekali ke anak-anak dan suami jangan sampai pakaian mereka terkena najis terutama bila mereka buang air ke toilet, maklumlah toilet pesawat itu ukurannya kecil dan kami terbang cukup panjang, sekitar 8 jam dari Singapura menuju Jeddah.

Kalau capek sih belum terasa, bahkan tak sempat terpikir, selain karena masih hari-hari pertama, rasa rindu yang membuncah membuat kami terlalu excited untuk segera melihat Ka’bah. Penerbangan juga relatif nyaman, turbelensi beberapa kali juga masih dalam level tidak mengkhawatirkan. Pesawat yang kami gunakan juga full board dengan dua kali jadwal makan selama perjalanan plus minuman hangat membuat perut tak khawatir kelaparan.

Meski diupayakan dan dianjurkan sebanyak mungkin tidur untuk menyimpan tenaga, tak urung pikiran tetap saja melayang kemana-mana. Bermacam rasa campur aduk, bahagia, semangat dan selipan kekhawatiran ada di dalamnya. Perjalanan kami isi dengan berusaha menghapalkan doa-doa pendek untuk prosesi umroh nanti. Segala doa pun kami lantunkan, meminta agar perjalanan kami diberkahi, dalam sehat, selamat, dan diberi kelancaran.

Berulangkali saya melihat ke layar yang menyajikan rute perjalanan terbang kami. Di layar tersaji gambaran bumi berbentuk bola dunia dan rentangan garis tebal beranak panah yang menunjukkan rute perjalanan kami. Ah, saya takjub sendiri, betapa sepertiga gambar bola dunia itulah yang menjadi rute yang akan kami arungi di udara, terbang tak hanya di atas sebagian daratan Asia namun bahkan sebagain besar di atas samudera luas.

Ah, betapa kecilnya kami melihat ini semua. Hanya kebesaran Allah yang membuat pesawat yang bagai noktah di angkasa raya ini bisa menjelajah di udara. Apalagi saya, benar-benar merasa bagai butiran debu di jagad raya. Jadi kaau saya sering berseloroh bila saya ini bagai debu kosmis di galaksi Bimasakti, ya beginilah rasanya. Kalau sudah begini, yang diingat adalah saya memang bukan siapa-siapa, “jadi apa yang ingin kamu sombongkan di muka bumi, Donna?”

Dalam Lambung Saudia

24 Desember 2018

«

»

what do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.