Academica

Antara Media Sosial dan Kemampuan Literasi Digital Mahasiswa

Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat di era digital seperti sekarang menjadikan Indonesia sebagai salah satu di antara lima negara yang memiliki jumlah pengguna internet terbesar di dunia setelah India, United States dan Brazil. Menurut data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2019, dari total jumlah penduduk Indonesia sebanyak 264 juta jiwa, ada sekitar 64,8 persen atau sebanyak 171,17 juta jiwa yang sudah terhubung ke internet. Profil pengguna internet di Indonesia ini terbagi menjadi tiga kelompok besar yaitu 24,7 %  yang menggunakan internet sebagai media komunikasi lewat pesan, 18,9 % menggunakannya untuk mengakses media sosial, dan 11,5 % menggunakannya untuk mencari informasi terkait pekerjaannya.

Dari data tersebut di atas terlihat bahwa penggunaan internet di Indonesia untuk media sosial cukup besar termasuk di dalamnya pengguna internet dari kalangan mahasiswa atau yang berusia 18-24 tahun. Meski seringkali dapat menyebabkan efek kecanduan dan penggunaan yang berlebihan, namun media sosial memiliki peran penting sebagai media informasi dan komunikasi. Bila digunakan secara optimal, media sosial juga mampu memacu kreativitas bagi penggunanya dalam hal penyediaan konten-konten kreatif. Hal ini bisa terlihat dari konten yang diunggah di media sosial terutama konten-konten berupa gambar dan atau gambar bergerak seperti pada Instagram dan Youtube.

Mahasiswa, Internet dan Media Sosial

Fakta bahwa mahasiswa pengguna internet adalah sebagian besar native digital yang sejak lahir sudah mengenal dunia digital. Meski kalangan ini memiliki ketergantungan terhadap internet untuk mengakses sumber informasi dan referensi, hal ini tidak serta merta membuat mereka memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Padahal kemampuan literasi digital diperlukan dalam mencari sumber informasi, mengambil data, mengolah data,  menganalisis dan mengambil keputusan serta menggunakannya untuk proses pembelajaran dan ilmu pengetahuan. Karena kemampuan literasi digital yang baik pada akhirnya dapat meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam memecahkan permasalahan dan melahirkan inovasi-inovasi baru.

Meski kalangan ini memiliki ketergantungan terhadap internet untuk mengakses sumber informasi dan referensi, hal ini tidak serta merta membuat mereka memiliki kemampuan literasi digital yang baik.

Di sisi lain, sifat media sosial yang kreatif dan menyenangkan berpotensi menjadi media pembelajaran yang menarik bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan da pengetahuannya. Di kalangan mahasiswa yang sebagian besar adalah generasi Z, Facebook memang tidak sepopuler media sosial lainnya, kelompok usia ini lebih menyukai Twitter sebagai jaringan informasi tercepat dibanding media sosial lain, serta Instagram dan Youtube yang lebih bersifat interaktif dengan paduan konten kreatif berupa teks, audio visual, gambar, infografis, serta gambar bergerak atau video. Latar belakang fenomena di atas yang menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak bergerak dengan kecepatan yang sama dengan peningkatan kemampuan literasi digital diharapkan dapat dijembatani melalui optimalisasi media sosial sebagai media pembelajaran.

Kecakapan Literasi Digital dan Media Sosial

Di kalangan mahasiswa, penggunaan perangkat digital dan mengakses berbagai informasi melalui media digital bukanlah hal yang sulit mengingat usia mahasiswa aktif saat ini adalah mahasiswa golongan native digital yang sejak lahir sudah mengenal perangkat digital. Kehidupan mereka tidak dapat dipisahkan dari perangkat digital dan internet sejak membuka mata di pagi hari hingga terlelap kembali di malam hari. Hampir semua kegiatan yang bisa diakses dan dilakukan dengan menggunakan internet, dari mencari informasi, hiburan, transportasi, belanja atau sekadar berjejaring melalui media sosial.

Dalam kegiatan belajar begitu pula, ketergantungan mahasiswa terhadap internet dan media digital untuk mengakses sumber informasi dan referensi sangat besar. Mereka menggunakan mesin pencari untuk mencari dan menemukan informasi namun seringkali menemuka kesulitan untuk memilah informasi serta mengolah informasi yang didapat. Hal ini terlihat dari bagaimana mereka mengerjakan tugas-tugas di kampus.

Fenomena yang sering ditemukan adalah mereka kesulitan menemukan referensi yang sesuai juga kesulitan membaca dan mengambil intisari bacaan yang mereka dapatkan serta menuangkan ide atau gagasan dari sumber bacaan tersebut. Hal ini dicurigai karena mereka belum memiliki kemampuan literasi yang baik. Padahal kemampuan literasi digital diperlukan dalam mencari sumber informasi, mengambil dan mengolah data,  menganalisis hasil olahan data dan mengambil kesimpulan atau keputusan.

Rendahnya kemampuan literasi digital dalam proses belajar mengajar tentu menjadi kekhawatiran di dunia pendidikan karena kemampuan literasi digital yang baik akan meningkatkan ilmu pengetahuan mahasiswa, meningkatkan kreatifitas dan membuat mahasiswa mampu menuangkan ide atau gagasannya untuk memecahkan berbagai permasalahan dan melahirkan inovasi-inovasi baru.

Media Sosial sebagai Media Pembelajaran

Adanya kesenjangan antara laju perkembangan teknologi digital yang tidak seimbang dengan laju kemampuan literasi digital di kalangan mahasiswa dapat dijembatani dengan menggunakan media sosial sebagai media pembelajaran. Hampir semua mahasiswa saat ini menggunakan media sosial untuk membangun jaringan secara daring di mana antar pengguna dapat saling berinteraksi, berkomunikasi dan berbagi konten baik berupa teks, gambar maupun gambar bergerak atau video.

Beberapa media sosial yang sering digunakan di kalangan mahasiswa antara lain, Blog, Facebook, Twitter, Instagram, Youtube dan lain-lain. Pengguna media sosial sangat beragama, baik ditinjau dari lokasi pengguna, latar belakang, usia, profesi dan lain-lain. Perangkat digital yang mereka gunakan juga beragam, ada yang menggunakan komputer meja, komputer jinjing, tablet atau telepon pintar. Keragaman ini membuat potensi media sosial sebagai sumber informasi sangat luar biasa, bahkan saat ini media sosial menjadi sumber pertama yang dgunakan oleh para pencari informasi.

Karakteristik khas media sosial yang informatif, interaktif, ramah pengguna, cepat dan menyenangkan juga cocok digunakan sebagai media pembelajaran di kalangan mahasiswa saat ini. Media sosial bisa menjadi jembatan komunikasi dan pertukaran informasi pembelajaran secara menyenangkan dengan mengunggah dan mengakses konten-konten kreatif dan ilmiah ke dalam media sosial. Untuk itulah penting bagi mahasiswa untuk mengoptimalkan media sosial sebagai media pembelajaran yang diharapkan akan memberi pengaruh positif dalam peningkatan literasi digital mahasiswa.

Karakteristik khas media sosial yang informatif, interaktif, ramah pengguna, cepat dan menyenangkan juga cocok digunakan sebagai media pembelajaran di kalangan mahasiswa saat ini. Media sosial bisa menjadi jembatan komunikasi dan pertukaran informasi pembelajaran secara menyenangkan dengan mengunggah dan mengakses konten-konten kreatif dan ilmiah ke dalam media sosial.

Banyak penelitian yang menyatakan bahwa media sosial bisa menjadi alternatif media pembelajaran yang memberi pengaruh pada peningkatan kemampuan literasi digital mahasiswa dan bagaimana mengoptimalkan media sosial sebagai media pembelajaran meningkatkan kemampuan literasi digital bagi mahasiswa di era digital. Melalui media sosial, mahasiswa dapat menciptakan konten-konten kreatif dalam proses pembelajaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan kemampuan lietarsi digital yang baik, mahasiswa mampu mendapatkan sumber-sumber informasi dan pengetahuan secara digital, mengolah dan menghasilkan karya dari informasi dan pengetahuan yang didapat dalam proses pembelajaran.

Saya telah mencoba menerapkan hal ini dengan mahasiswa di mata kuliah saya. Setiap minggu setelah pertemuan atau penyampaian materi, secara berkelompok mereka membuat konten berupa summary di Twitter dan Instagram. Di akhir masa kuliah, secara berkelompok pula mereka diberikan tugas untuk membuat konten materi dengan beberapa tema terkait mata kuliah tersebut dalam bentuk video dan diunggah di media sosial Youtube, Dan ternyata, mereka sangat kreatif membuat video-video tersebut. Hal ini memberi bukti bahwa media sosial memang memberi pengaruh yang positif terhadap kemampuan literasi digital mahasiswa.

Selamat Mencoba

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

«

what do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.