Uncategorized Woman's Thought

Menua dengan Elegan

Waktu terus berjalan, usia terus bertambah. Serangkaian perubahan pun mengiringi pertambahan usia, dari fase kanak-kanak ke fase remaja, dari usia dewasa muda hingga mencapai usia matang. Ada sebuah keresahan memasuki usia 40 kala itu, delapan tahun lalu. Saat kerut di ujung mata mulai samar terlihat dan tubuh saya tak lagi setangguh dahulu.

Saya sempat tak suka melihat bayangan di cermin. Wanita separoh baya dengan garis-garis halus di beberapa bagian wajahnya. Padahal tentu saja saya masih ingin terlihat cantik meski usia saya bertambah, masih ingin fit dan berstamina menjalani segala aktivitas saya yang nyaris tak berkurang. Lalu apa yang harus saya lakukan agar tetap cantik, produktif dan berkarya.

Saya ingin hidup saya tetap berkualitas dan semakin bermakna. Tentu saja ukurannya harus jelas. Hidup berkualitas dan bermakna bagi saya adalah ketika tubuh ini sehat dan bisa beraktivitas. Masih bisa kuat berdiri di depan kelas dan membagikan ilmu untuk mahasiswa-mahasiswa saya, masih bisa melakukan perjalanan ke banyak tempat, dan membagikan pengalamannya buat orang lain. Karena untuk bermakna, salah satunya bisa didapat ketika kita mampu berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Ada perasaaan bahagia yang sangat emosional saat bersedia meninggalkan zona nyaman, menanggalkan ego lalu mau menjalani segala kerepotan untuk orang lain dan melihat hasilnya. Sebuah kepuasan batin yang tak dapat dijelaskan dengan kata. Ia hanya mampu dirasakan, membuncah dalam dada, yang terkadang sedemikian bungah sehingga tak mampu membendung bulir diujung mata ketika peluk hangat dan ucapan terimakasih saya terima dengan penuh ketulusan.

Mungkin itulah yang disebut dengan bertumbuh dan berproses. Dulu saya merasa cantik ketika duduk di depan setir dengan kacamata bertengger di hidung yang tak terlalu mancung ini. Makin merasa cantik dengan stilleto seksi melekat di kaki yang jenjang ini, lalu melenggang anggun sepanjang koridor kampus bagai berada di atas catwalk dengan pakaian kerja lengkap dan sentuhan riasan wajah.

Namun semua itu mencapai titik balik, saya mulai meredefinisikan hidup saya ketika usia terus bergulir melewati angka 40. Pencapaian dan kecantikan pun memiliki definisi yang berbeda pada akhirnya. Definisi kekayaan bagi saya kini adalah bukan seberapa banyak yang bisa saya peroleh namun seberapa banyak yang bisa saya beri. Bukan lagi sekedar seberapa banyak pencapaian yang bisa saya raih namun seberapa banyak pencapaian tersebut bisa saya bagi dan menyentuh hidup orang lain.

“Definisi kekayaan bagi saya kini adalah bukan seberapa banyak yang bisa saya peroleh namun seberapa banyak yang bisa saya beri.”

Hal ini pula yang kemudian perlahan menjiwai segala gerak langkah saya seiring pertambahan usia. Segala atribut dunia seperti uang, jabatan, kemewahan dan popularitas tak lagi menjadi tujuan hidup saya, tak lagi kemilau yang menyilaukan. Makna sukses buat saya kini pun sedikit bergeser. Sukses bagi saya hanyalah ketika apa yang mampu saya raih dapat memberi nilai tambah bagi orang lain di sekitar saya.

Puncak kecantikan perempuan menurut saya ada di fase ini, di usia cantik kata orang-orang. Usia di mana seorang perempuan tahu persis apa yang menjadi value diri, ia tahu persis apa tujuan hidupnya, dan ia mampu lakukan hal-hal bermakna untuk mencapai tujuan hidup tersebut. Ada kecantikan budi yang terpancar dari hati sebagai produk pikir yang positif di atas ketulusan dan intregitas pada wajah seorang perempuan yang merawat diri.

Perempuan matang di usia cantik paham bahwa meski kerut halus mulai samar terlihat, namun ia tetap harus enak dipandang. Kulit yang mulai menua tetap harus dirawat agar tetap lembab, cerah dan merona. Merawat wajah dan menjaga penampilan akan menghasilkan rasa nyaman dan percaya diri dalam beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain. Meski saya hanya berdandan sederhana dalam keseharian saya, namun saya tidak akan pernah membiarkan wajah saya polos tanpa bedak dan lipstick. Saya juga tentu saja tak pernah lupa untuk merawat wajah saya setiap hari. Saya tidak akan membiarkan kulit wajah saya beristirahat saat malam tanpa dibersihkan dan diberikan nutrisi untuk kulit wajah setelah seharian beraktivitas di luar rumah.

Perempuan di usia cantik tak lagi egois, ia sudah meniti puncak kematangan emosional dan spiritual. Ia tak lagi fokus hanya untuk dirinya saja namun juga untuk orang lain, bukan hanya mengumpulkan materi dan atribut-atribut dunia tetapi juga kepuasan batin dan bekal hari nanti saat dunia tak lagi ditinggali. Menyikapi dengan penuh kesadaran bahwa seperti apa saya ingin dikenang kelak, maka begitulah perilaku yang harus saya jalani. Saya sudah memutuskan untuk cantik dengan cara itu.

Perempuan di usia cantik memiliki kematangan dalam bersikap, ia mampu menempatkan diri dengan baik di berbagai lingkungan dan mampu membuat orang lain merasa nyaman dengan keberadaanya, tak peduli akan perbedaan umur, jenis kelamin, karakter bahkan perbedaan pola pikir dan sudut pandang. Ia mampu bertoleransi tanpa harus mengorbankan diri dan mampu menjalankan prinsip tanpa membuat orang lain terintimidasi.

Perempuan di usia  cantik bersedia berbagi tanpa pernah merasa rugi. Semakin banyak tahu, maka itu berarti semakin banyak pula yang bisa ia bagi. Tak ada yang lebih memperkaya di dunia ini rasanya selain melihat binar mata, tawa lepas, dan segala bentuk kebahagiaan lainnya, dan itu karena kita hadir dan menyentuh hidup mereka.

Perempuan di usia cantik menemukan keindahan hidup dalam kebebasan berekspresi dan berkarya. Menjalani passion dengan sukacita seperti saya, baik dalam traveling, di berbagai kesempatan bertemu dengan orang banyak, saat menemukan hal-hal baru, merekamnya di balik lensa dan membagikannya dalam bentuk tulisan.

Maka benarlah apa yang orang bijak katakan, “hidup tak dihitung dari berapa banyak usiamu di dunia, namun seberapa banyak momen istimewa yang telah kamu buat untuk sesama.”

Dan di usia cantik yang terus bergulir, di usia jelita alias jelang lima puluh tahun aku merasakan kenikmatan menghadirkan momen-momen istimewa itu.

Semoga selalu sehat, berkah usia, mulia dan bermanfaat.

Mari menua dengan elegan

«

»

what do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.