Search here...
TOP
Destination

Destinasi Wisata Favorit Jember Sueger Famtrip 2019 #1

Destinasi wisata favorit di Jember adalah beberapa kata kunci yang pertama saya cari saat kabar dari Jember bahwa saya adalah salah satu peserta Sueger Famtrip 2019 yang di-support oleh Dinas Pariwisata Jember dan Blogger Jember pada tanggal 22-24 Juni 2019  lalu. Maklumlah, hal ini merupakan kesempatan menjejakkan kaki pertama saya berkunjung ke kota yang mendapat julukan Kota Tembakau ini. Jadi saking semangatnya saya perlu tahu dulu dong destinasi favorit yang akan saya kunjungi.

  • Memilih Kereta Api Sebagai Moda Transportasi

Untuk menghemat waktu, moda transportasi yang paling mudah menuju Jember adalah menggunakan pesawat terbang, namun ternyata tak ada penerbangan langsung menuju Jember dan harga tiketnya lumayan mahal saat itu. Pilihan saya kemudian adalah menggunakan kereta api, selain harga tiketnya jauh lebih murah daripada menggunakan pesawat terbang, saya juga sudah kangen banget naik kereta api meski  waktu tempuh antara Jakarta-Jember lumayan panjang.

Ada banyak pilihan rute perjalanan kereta dari Jakarta ke Jember atau sebaliknya, dan sayangnya memang tak ada rute perjalanan langsung kereta api yang menghubungkan Jakarta dengan Jember sehingga saya harus berganti kereta. Ada dua pilihan stasiun besar sebagai stasiun transit untuk berganti kereta yaitu Surabaya dan Yogyakarta. Namun seolah ingin berpuas hati menikmati liburan saya memilih rute perjalanan yang berbeda antara perjalanan pergi dan pulang agar bisa merasakan keduanya.

Untuk perjalanan berangkat menuju Jember saya memilih Surabaya sebagai kota transit dan memilih transit di Yogyakarta dalam perjalanan kembali ke Jakarta. Jadi terhitung ada empat perjalanan kereta yang harus saya tempuh  yang masing-masing belasan jam lamanya untuk satu kali perjalanan. Itulah mengapa saya membutuhkan kenyamanan untuk menghemat waktu dan tenaga dengan memilih kereta eksekutif selama perjalanan pergi dan pulang kecuali perjalanan dari Surabaya ke Jember.

Untuk perjalanan berangkat, dari Jakarta ke Surabaya saya naik kereta api Bangunkarta dan lanjut ke Jember dengan mengunakan kereta api Probowangi Ekonomi. Untuk perjalanan pulang, saya memilih rute Jember-Yogyakarta-Jakarta. Pilihan pertama adalah kereta api Wijayakusuma dari Jember menuju Yogyakarta. Kemudian sengaja saya memilih jadwal kereta lanjutan ke Jakarta pada malam hari agar masih sempat melepas rindu dengan Yogyakarta sejenak dengan teman lama sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta menggunakan  kereta api Argo Dwipangga.

  • Brunch di Hararu Japanese Food Resto

Ternyata ada yang seru sesampainya kami di Jember, oleh Mbak Prita, Fevtri dan teman-teman blogger Jember lain, saya dan teman-teman langsung dibawa ke sebuah tempat makan dengan masakan Jepang berkonsep kekinian. Letaknya dekat sekali dengan Stasiun Jember, karena kami hanya perlu menyeberang dari pintu masuk stasiun dan langsung sampai di resto yang dituju yaitu Hararu Japanese Food namanya.

Sesuai dengan konsep kekinian yang diangkat oleh owner-nya, Hararu mendesain tempat makan dengan menggunakan furniture dari kayu dan drum bekas yang dicat dan digambar dengan apik. Tak heran bila penampakan Hararu Japanese Food sangat menarik untuk dijadikan tempat makan dan berkumpul yang instagramable untuk anak muda maupun keluarga. Tempat yang layak direkomendasikan untuk menjadi destinasiwisata favorit di Jember.

Menurut cerita Mbak Febri dan Mbak Dian sebagai pendiri resto, Hararu adalah kata lain dari halal dalam Bahasa Jepang, karena memang mereka menyajikan menu-menu masakan Jepang namun dengan bahan dan proses yang halal serta dengan cita rasa yang telah disesuaikan dengan lidah masyarakat Jember. Lokasi yang strategis dan harga yang terjangkau, Hararu  ternyata mampu memenuhi ekspektasi dan menarik perhatian masyarakat Jember, tak heran bila terlihat resto yang buka 24 jam ini terlihat selalu ramai.

Ada beberapa menu favorit saya di Hararu. Pertama adalah Yakitori spesial, disebut spesial karena paduannya yang terdiri dari sosis daging, potongan nanas, daging ayam, paprika, dan pentol daging  kelinci. Iya, penggunaan pentol daging Kelinci ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Hararu bagi pelaku usaha pengolahan daging Kelinci di Jember. Menu lainnya yang juga spesial adalah Sukiyaki Steamboat dan grill. Kuah Suki-nya beneran sedap dan dagingnya tipis, fresh gak alot saat dikunyah.

Tak hanya makanan, Hararu juga menyediakan berbagai varian minuman baik minuman segar dan aneka ragam racikan kopi, seperti Single Origin, Espresso, Creamy Latte, juga menu selain kopi seperti The Mocktail hingga minuman tradisional seperti Wedang dan Susu Jahe. Sementara itu ada juga menu spesial seperti Hararu Ice Coffe, Japanese Ice Coffe dan Honey Ice lecci yang wajib deh kamu cicipi. Dijamin deh, mantaps rasanya.

  • Restoran Warung Kembang, Bukan Sekadar Lunch

Sebenarnya destinasi pertama kami hari pertama Sueger Famtrip 2019 adalah kunjungan ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao. Namun karena kunjungan terjadwal siang hari setelah makan siang maka kami masih sempat beristirahat sambil menunggu waktu makan siang tiba di Restoran Warung Kembang. Tempatnya yang luas dengan fasilitasnya lengkap, bahkan memiliki kamar mandi yang banyak membuat kami yang dari luar kota menyempatkan diri untuk mandi di sana hehehe.

Restoran Warung Kembang adalah salah satu restoran besar di Jember yang sering sekali menjadi rujukan untuk tempat makan juga sebagai tempat gathering dan wedding party. Hal ini tak mengherankan buat saya karena setelah berada di sana dan mencicipi langsung masakannya, selain karena tempatnya yang luas dan fasilitasnya yang lengkap, menu makanan yang sebagian besar menu Indonesia di Warung Kembang memiliki cita rasa yang mantap dan lezat, benar-benar cita rasa khas lokal, bahkan hingga ke minuman lokalnya seperti kunyit asem dingin serta camilan edamame rebus yang merupakan komoditi unggulan Jember berkualitas ekspor.

Untuk makanan saya pastikan semuanya enak karena semua menu prasmanan yang disajikan sudah  saya coba. Paling favorit sih sambal terasi, iwak pe, serta gurami bakar dan ayam bakarnya. Entah  bumbu apa saja yang digunakan bisa segitu enaknya. Ah, saya menyesal tak sempat menanyakan resepnya, karena keasikan menikmati menu makan siang. Sstt…, saya sampai dua kali nambah lho.

Oh ya, ada satu lagi yang menarik yaitu sayur beningnya. Tak seperti yang saya ketahui selama ini bahwa sayur bening biasanya hanyalah terdiri dari sayur bayam atau jagung. Tapi Sayur Bening di Warung Kembang ini terdiri dari Kacang Panjang, Jagung, Mentimun, dan Tomat. Kuahnya benar-benar bening, membuat saya bertanya-tanya, jangan-jangan semua sayuran direbus di tahapan lain dan baru kemudian ditambahkan kuahnya. Rasanya segar, sesegar sayur bening dengan taste yang lebih ringan.

  • Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Wisata Edukasi Favorit di Jember

Sebagaimana namanya, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) berdiri  sejak tahun 1911, dengan nama  Besoekisch Proefstation. Pada tahun 1981, melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Pertanian No. 786/Kpts/Org/9/1981 Puslitkoka ditetapkan sebagai  lembaga penelitian perkebunan yang mempunyai mandat untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan komoditas kopi dan kakao secara nasional. Setelah mengalami beberapa kali perubahan nama, sejak tahun 1993 namanya menjadi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Secara struktural di bawah PT Riset Perkebunan Nusantara. (Wikipedia)

Selain sebagai pusat penelitian, Sejak 20 Mei 2016 tempat ini juga dikembangkan sebagai tempat wisata edukasi masyarakat mengenai Kopi dan Kakao dan diberi nama Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP). Di tempat ini, pengunjung bisa melihat langsung tanaman kopi dan kakao dengan berkeliling kebun dengan menggunakan mobil yang yang didesain serupa kereta kayu unik mirip mobil dalam film kartu Flinstone. Selain berkeliling kebun, pengunjung juga dipandu berkeliling pabrik pengolahan Kopi dan Kakao sambil mendapatkan informasi lengkap dari guide bagaimana proses pengolahan Kopi dan Kakao sejak berupa buah hingga menjadi produk yang siap dikonsumsi oleh masyarakat.

Oh ya di tempat ini juga tersedia pusat oleh-oleh Kopi dan Kakao lho. Ada yang kurang rasanya bila tak membawa buah tangan dari tempat ini. CCSTP sudah menyediakan tempat khusus yang berfungsi sebagai kafe dan pusat oleh-oleh bagi pengunjung yang ingin menikmati produk-produk olahan kopi dan kakao, baik untuk dinikmati langsung di tempat atau untuk dibawa pulang sebagai buah tangan. Pilihan produknya banyak sekali membuat saya bingung hendak membawa pulang yang mana. Nah, kalau kalian berkunjung ke Jember, tempat ini menjadi salah satu tempat yang saya rekomendasikan  sebagai destinasi favorit di Jember untuk didatangi semua kalangan.

  • Papuma dan Romansa di Watu Ulo Jember

Kalau Ancol identik dengan nama pantai di Kota Jakarta, maka Papuma atau Pantai Pasir Putih Malikan adalah pantai yang identik dengan kota Jember. Tak lengkap rasanya kunjungan wisata ke Jember tanpa mengunjungi Pantai Papuma. Serunya, kami tak hanya berkunjung ke tempat ini namun juga menginap di salah satu resort yang berada persis di tepi pantainya yaitu Papuma Resort. Pas banget lho, aku yang lagi pengen-pengennya menginap di kamar yang persis berhadap-hadapan dengan pantai ternyata terwujud, karena dari kamar yang kami tempati di Papuma Resort, pantai langsung terlihat ketika membuka pintu.

Di Papuma, kami menyempatkan diri naik ke Siti Hinggil, sebuah bangunan yang mirip dengan menara pandang dengan tangga yang dicat warna-warni. Bangunan ini masih terlihat baru dan terawat, dari bagian teratas Siti Hinggil kita bisa melihat Tanjung Papuma dari ketinggian. Sensasinya memang luar biasa, semilir angin dan debur ombak yang memecah di batu karang raksasa, membawa rasa yang tak terdefinisikan. Paduan antara kagum, bahagia, sekaligus merasa betapa kecilnya manusia dibanding alam ciptaan Yang Mahakuasa

Tanjung Papuma memiliki garis pantai yang sama dengan Pantai Payangan dan Pantai Watu Ulo. Ketiga pantai ini memang seringkali menjadi tujuan wisata masyarakat Jember. Letak geografis pantai di antara bukit-bukit memang membuat kita tak bisa melihat  langsung mentari saat terbit atau tenggelam, namun semburat langitnya tetaplah indah, apalagi malam hari, Tanjung Papuma merupakan tempat yang tepat untuk menikmati bintang di angkasa sambil mengabadikan keindahan langit dengan taburan bintang dari balik lensa.

Seusai mengerjakan sholat subuh, bersegeralah menuju bibir pantai, karena pagi hari merupakan waktu yang tepat buat kita untuk ikut bersukaria bersama nelayan dengan hasil tangkapannya. Mereka berangkat sore hari sebelumnya dan setelah semalaman menangkap ikan,  maka pagi hari kita bisa menyaksikan mereka bergotong royong menurunkan hasil tangkapan dari kapal. Pemilik kapal atau para pengepul biasanya sudah siap di pantai, menghitung hasil tangkapan berdasarkan jumlah ember wadah ikan-ikan tersebut lalu mendistibusikannya.

  • Ketika Cerita Harus Bersambung

Sebenarnya cerita tentang destinasi wisata favorit Jember dalam Sueger Famtrip 2019 Jember ini masih panjang, tapi kalau ditulis semua dalam satu tulisan ini khawatir malah jadi terlalu panjang dan kalia bosan membacanya. Padahal ini baru hari pertama lho hehehe

Cerita Waton Parade dan destinasi wisata favorit Jember selanjutnya kita lanjutkan di tulisan lain ya. Tenaaaang, masih di blog ini juga kok. Kalian bisa klik tautan ini ya, DESTINASI WISATA FAVORIT JEMBER DALAM SUEGER FAMTRIP 2019 – BAGIAN KEDUA

TAGS

«

»

23 COMMENTS

  • nurulrahma

    Kereen kereeennn!!
    Ternyata Jember punya potensi wisata yang super duper uhuy ya Mbaaa
    Aku udah lamaaaa ngga ke Jember.
    Moga2 thn depan bisa ikutan trip eniiih

  • Ria

    aku tahunya Watu Ulo doang… huhuhuh, padahal dulu lumayan sering bolak balik Jember , liburan bareng keluarga. Baru tahu ada tempat wisata edukasi kopi dan kakao…
    Apa tidak ada kereta yg langsung ke Jember kah?

  • Nia Nastiti

    Lihat postingannya Mba Donna jadi inget belum kesampean ke Papuma. Semoga kapan2 bisa ke sana klo bayi udah gedean 😀

  • Jalan-Jalan KeNai

    Sekian belas tahun lalu, saya pernah ke Jember untuk urusan kerjaan. Ke sananya naik mobil sewaan. Kesan pertama, jauh banget dan gak sampe-sampe. Makanya sampai kapok ke Jember. Apalagi waktu cuma untuk urusan kerjaan. Gak tau kalau Jember punya pesona secantik itu. Lain kali pengen balik ke Jember lagi. Tetapi, baik kereta aja

  • Sulis

    Aku blm pernah ke Jember mba… Mbaca postingan ini jadi penasaran sama sayur bening ala Jember. Edamame? Samakah dengan kedelai mba?

  • Mutia Karamoy

    Yeah…Lebaran kemaren baru mudik ke Jember tepatnya di Kencong Umbulsari, kampung halaman suami. Sempat jalan-jalan juga ke Pantai Watu Ulo plus ke pelelangan ikan di Puger. Sayangnya belum sempat mengunjungi destinasi wisata yang mak Dona kunjungi, mudah-mudahan next bisa ke sana. Tapi suasana desa di Jember menurut saya keren, teratur dan bersih serta banyak peninggalan bersejarah seperti pabrik gula tua yang masih beroperasi.

  • Beautyasti1

    Kereta kayu nya unik bangeett, pengen naik juga heheehe.. btw ternyata jember itu lebih jauh dari jogja dan surabaya ya mba, dan ini naik kereta tipe apa mba? Lama juga perjalanannya ya tapi seru dibanding naik pesawat gak nikmati pemandangan

  • Juliastri Sn

    Wow, ternyata Jember punya banyak tempat destinasi yang asyik untuk dikunjungi ya. Jadi pengin kesana suatu hari nanti

  • Nathalia DP

    Wah, baru satu hari aja udah seru banget… Lengkap wisata kuliner, wisata edukasi, dan wisata alamnya… Jadi tertarik pingin main ke jember…

  • Eri Udiyawati

    Naik kereta ke Jember, antar berangkat dan pulang memilih transit yang berbeda. Niceeee, biar bisa merasakan Jogja juga.

    Jadi, Hararu itu semacam label halal di Jepang, ya? Waah kalau ke Jember makan di situ. Insya Allah tidak perlu khawatir, karena makanannya halal.

    Pantai Papuma itu ikonik banget untuk Jember. Batu yang menjulang tinggi itu. Selalu membuat orang penasaran dan ingin ke situ, termasuk saya.

  • Hidayah Sulistyowati

    Seru ya famtrip di Jember mbak, dari makan di Hararu, Warung Kembang, sampai jelajah di kebun kopi. Dan pantai Papuma nya bikin seger mata juga, jadi komplit deh wisatanya

  • Ririe Khayan

    Jember kaya akan destinasi wisata yang aseliii ciamik. Sering dengar cerita temna yg asli Jember ttg pantai Papuma, dan pengen one day nanti bs explore wisata ke Jember.

  • Witri Prasetyo Aji

    Jember, yang ku inga dari Jember itu Jember Carnival. Tapi ternyata, pemandangan di Jember bagus banget. Apalagi ada kereta kayu di pusat penelitian kopi, makin pengen ke Jember…

  • Rina Susanti

    Note rekomendasinya…selama ini Jember ga pernah masuk dlm list impian wisata sy krn ga tahu banyak tempat wisata sekeren ini

  • Andiyani

    Mba, mau sih ikutan lanjalan ke destinasi wisata favorit sambil wisata kuliner…. Menarik banget ini! Masyaaallah…

  • Meirida

    Wah, Jember udah punya tempat wisata yang kece ya. Liat foto coklatnya aku jadi ngences sendiri. Hahaha.

  • Liswanti

    Nanti kalau ke Madoun, mau ah mampir ke Jember. Tempatnya asyik ya mba.

  • Efi Fitriyyah

    View di Papumanya cakep banget. Aku jadi pengen ke sana juga

  • Rahmah

    Aku tuh mupeng bisa ikut FamTrip seperti ini
    Tapi selalu ga ada lampu ijo karena masih punya balita
    Mungkin kalau mereka sudah remaja, aku baru bisa beneran ke Jember bebas tanpa hambatan haha

  • Eni Martini

    Dari semua destinadi wisata Jember , aku suka pantainya. Masyaallah indah banget ya, mba. Berasa ingin melamun di sana hahaha

  • Eskaning Arum P.

    Nggak nyangka Jember semenarik itu deh mba. Tim riset di kantor lamaku juga kemarin baru ada riset di Jember dan mereka menyempatkan berwisata di sekitaran Jember. Duh cantik banget view pantainya membuat aku pengen terbang ke Jember…

  • Leyla Hana

    Mantap menu brunchnya masakan Jepang. Ternyata Edadame itu diekspor dari Jember ya. Kirain dari Jepang juga. Jember punya potensi wisata yang oke punya nih.

what do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • Pingback: DESTINASI WISATA FAVORIT JEMBER DALAM SUEGER FAMTRIP 2019 (Bagian Kedua) - Travelecturer on July 14, 2019
    • Sometimes you just have to jump out the window and grow wings on the way down.
~Ray Badburry~
    • Merindu hidup tanpa sekat....
    • Quote ini klise banget sih tapi tetap jadi favorit aku, katanya gini,
. 
Life is like a camera. Just focus on what's important and capture the good times, develop from the negatives and if things don't work out, just take another shot.”
.
.
 As simple as that.
Yekan?!
    • Ini masa-masa gedumbrangan ketika secara maraton tahap demi tahap menuju sertifikasi dosen. Sudah lewat lama memang tapi spiritnya masih terasa.

Kebayang semua tahapan yang harus dijalani dengan rentang waktu yang pendek. Setiap akhir satu fase diikuti dengan perasaan dag dig dug apakah lolos atau tidak ke tahap selanjutnya.

Semangat pun berevolusi, dari skeptis gak bakal lulus karena  beberapa tahun terakhir saya malah asyik traveling, lalu masuk ke fase semangat menggebu harus lulus dan diakhir fase dengan spirit santuy, "lets do the best and God do the rest" Kalau lolos berarti rezeki, kalau gak lolos ya saya traveling lagi hahaha.

Fase paling sulit ya saat harus mengisi semua butir-butir essay yang jumlahnya puluhan dan harus diisi dengan angka minimal sekian ratus kata.  Yang dipikirin sih bukan hanya jumlah kata di setiap butirnya, tapi gimana merangkainya menjadi kalimat yang kalau para asesor itu membaca, ia yakin bahwa saya layak disertifikasi.

Saya lakukan semua dengan penuh apa adanya, saya menolak ide-ide short cut yg bertentangan dengan nurani saya, (biar enak terima duitnya) bahkan semua penilaian sejawat dan mahasiswa mereka lakukan sendiri, meski saya tahu toh sama saja dengan kalau saya isi sendiri pakai akun mereka, karena mereka juga akan memberikan penilaian yang baik buat saya. Tapi saya mau mereka yang lakukan sendiri.

Saya mengatakan dengan jujur bahwa saya kurang dalam publikasi ilmiah selama periode penilaian. Kegiatan penelitian pun  masih bersama mahasiswa, tapi saya melakukan banyak kegiatan di dunia pendidikan, hanya saja karena melalui volunteering saya tidak memiliki sertifikat apapun untuk membuktikannya. Mungkin mereka melihatnya ini adalah bentuk pengabdian masyarakat, entahlah. Untung saya rajin menulis kegiatan ini di blog pribadi, saya masukkan saja url link di setiap butir yang relate.

Saya tak tahu butir mana yang mengimbangi kelemahan saya di bagian penelitian dan publikasi ilmiah sehingga akhirnya sertifikat pendidik bisa di tangan saya dengan sebaris kalimat mengundang senyum di surat pengantar, LULUS!
    • Semalam ketawa2 sama anak gadis @hanifahdianti karena caption yang saya buat di Ig Story.  Caption  yang sama juga yang membuat @raninovariany ketawa melalui DM reply, dan wacana yang sama yang membuat saya dan @nettyamin ketawa2 lewat whatsapp call.

Emang bener sih, keputusan masuk doctoral program itu semacam gak ada kerjaan, lompat dari  kenyamanan lalu mencemplungkan diri ke dalam masalah alias cari-cari masalah.

Udah bener-bener asik dibayar untuk traveling, moto, nulis, malah milih ngabisin 3 hari weekend di kampus, berpening-pening sampe mual memahami metode riset, diberondong tugas yang bertubi-tubi dengan DL ketat, seketat tali bra. 
Itu belum termasuk melototin jurnal sampe mata dah kayak ikan mas koki supaya bisa menemukan novelty untuk bahan disertasi. Itu aja belum keliatan samsek hilalnya sampai sekarang hahaha. Benar2 menambah masalah hidup.

Tapi... ada tapinya kok. Percayalah, istilah "masalah" itu hanya gaya2an kalau lagi hectic sama tugas kampus. Pastilah ada manfaatnya belajar, pasti ada manfaatnya sekolah lagi. Sekarang aja udah mulai bisa memetik hal-hal kecil karena kesibukan baru itu. Minimal  memetik hikmah, jadi punya pengetahuan baru, punya banyak harapan baru, ide-ide baru yang bakal seru nantinya.

Santai aja soal ngetrip, tanah2 impian itu akan tetap ada di koordinatnya masing-masing, tapi momentum tidak demikian. Ia bergulir meninggalkan saya bila tak bersambut. Bagi saya saat mengambil keputusan sekolah lagi, ini memang adalah waktu yang tepat untuk sekolah. Momentum yang paling pas untuk naik ke tangga berikutnya setelah menunda rencana ini selama 5 tahun. (Iyaaa.... menunda selama itu hehehe)

Pikiran saya sederhana aja sih, traveling can wait. Bisalah sambil kuliah curi2 waktu untuk short trip atau traveling saat end year trip yang liburnya agak panjangan. Soal rezeki mah insya Allah ada aja dari pintu lain. Salah satu hikmahnya ya mungkin ini, saat semua harus freezing karena Covid-19, dan banyak rencana yang harus di-reset, saya merasa sudah on the right track meski #diRumahAja. Semoga fit in ya dengan rencana Allah.

So... mari kita selesaikan apa yang sudah kita mulai.
    • Bila Rindu

Tunggu aku di warung kopi itu ya, kita berbincang tentang banyak hal, tentang kita, tentang rindu, tentang hal yang hanya bisa disampaikan saat sua
    • Selamat ulang tahun sahabat kesayangan akuh,  my partner in crime,  my best navigator, my guardian angel, my soulmate, the best travelmate ever @nettyamin

Semoga Allah memberkahi umurmu,  memberimu sehat,  bahagia, sejahtera dan mengabulkan segala harapan dan doa.  Selamat dunia akhirat dan lancar segala urusan termasuk urusan perjodohan ya hehehe.  Aamiin

Selamay ulang tahuuuuuun, yeaaaaaaaaaay!!!
    • Alhamdulillah Jakarta hari ini cerah banget, berharap semoga Covid-19 gak betah di Indonesia.

Aku sih masih asik #diRumahAja, #WorkFromHome, nyiapin materi ngajar selang seling dengan ngerjain tugas kuliah, ngeriung sama anak gadis yg juga sibuk dengan kuliah daringnya. Kerasa sih makin siang makin hangat cuaca dan butuh yang segar-segar. Si kakak mah berasa pengen es kopi tapi aku pengen yang lebih segar yang non coffee.

Andalan pas karantina mandiri begini ya gofood lah atau pesan antar. Kali ini aku pesan minuman ke @cawankopi yang gak terlalu jauh dari rumah. Pilihannya banyak dan signature menunya semua menarik buat aku dan anak-anak.

Ssst tau gak kalau owner-nya ini mahasiswa Teknik Kimia lho, pantesan ada yang menarik saat pertama liat kemasannya. Aku sampe senyum liatnya,  selain logonya yang mengingatkan aku sama tabel periodik, plus nama-nama minumannya, ada Catalyst, Bacillus, Acuminata dan nama2 minuman lainnya yang familer dengan para penikmat kopi.

Siapa bilang anak teknik gak bisa berbisnis. Keren ya!

Sluuurrrpppp