Search here...
TOP
Destination

Destinasi Wisata Favorit Jember Sueger Famtrip 2019 #1

Destinasi wisata favorit di Jember adalah beberapa kata kunci yang pertama saya cari saat kabar dari Jember bahwa saya adalah salah satu peserta Sueger Famtrip 2019 yang di-support oleh Dinas Pariwisata Jember dan Blogger Jember pada tanggal 22-24 Juni 2019  lalu. Maklumlah, hal ini merupakan kesempatan menjejakkan kaki pertama saya berkunjung ke kota yang mendapat julukan Kota Tembakau ini. Jadi saking semangatnya saya perlu tahu dulu dong destinasi favorit yang akan saya kunjungi.

  • Memilih Kereta Api Sebagai Moda Transportasi

Untuk menghemat waktu, moda transportasi yang paling mudah menuju Jember adalah menggunakan pesawat terbang, namun ternyata tak ada penerbangan langsung menuju Jember dan harga tiketnya lumayan mahal saat itu. Pilihan saya kemudian adalah menggunakan kereta api, selain harga tiketnya jauh lebih murah daripada menggunakan pesawat terbang, saya juga sudah kangen banget naik kereta api meski  waktu tempuh antara Jakarta-Jember lumayan panjang.

Ada banyak pilihan rute perjalanan kereta dari Jakarta ke Jember atau sebaliknya, dan sayangnya memang tak ada rute perjalanan langsung kereta api yang menghubungkan Jakarta dengan Jember sehingga saya harus berganti kereta. Ada dua pilihan stasiun besar sebagai stasiun transit untuk berganti kereta yaitu Surabaya dan Yogyakarta. Namun seolah ingin berpuas hati menikmati liburan saya memilih rute perjalanan yang berbeda antara perjalanan pergi dan pulang agar bisa merasakan keduanya.

Untuk perjalanan berangkat menuju Jember saya memilih Surabaya sebagai kota transit dan memilih transit di Yogyakarta dalam perjalanan kembali ke Jakarta. Jadi terhitung ada empat perjalanan kereta yang harus saya tempuh  yang masing-masing belasan jam lamanya untuk satu kali perjalanan. Itulah mengapa saya membutuhkan kenyamanan untuk menghemat waktu dan tenaga dengan memilih kereta eksekutif selama perjalanan pergi dan pulang kecuali perjalanan dari Surabaya ke Jember.

Untuk perjalanan berangkat, dari Jakarta ke Surabaya saya naik kereta api Bangunkarta dan lanjut ke Jember dengan mengunakan kereta api Probowangi Ekonomi. Untuk perjalanan pulang, saya memilih rute Jember-Yogyakarta-Jakarta. Pilihan pertama adalah kereta api Wijayakusuma dari Jember menuju Yogyakarta. Kemudian sengaja saya memilih jadwal kereta lanjutan ke Jakarta pada malam hari agar masih sempat melepas rindu dengan Yogyakarta sejenak dengan teman lama sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta menggunakan  kereta api Argo Dwipangga.

  • Brunch di Hararu Japanese Food Resto

Ternyata ada yang seru sesampainya kami di Jember, oleh Mbak Prita, Fevtri dan teman-teman blogger Jember lain, saya dan teman-teman langsung dibawa ke sebuah tempat makan dengan masakan Jepang berkonsep kekinian. Letaknya dekat sekali dengan Stasiun Jember, karena kami hanya perlu menyeberang dari pintu masuk stasiun dan langsung sampai di resto yang dituju yaitu Hararu Japanese Food namanya.

Sesuai dengan konsep kekinian yang diangkat oleh owner-nya, Hararu mendesain tempat makan dengan menggunakan furniture dari kayu dan drum bekas yang dicat dan digambar dengan apik. Tak heran bila penampakan Hararu Japanese Food sangat menarik untuk dijadikan tempat makan dan berkumpul yang instagramable untuk anak muda maupun keluarga. Tempat yang layak direkomendasikan untuk menjadi destinasiwisata favorit di Jember.

Menurut cerita Mbak Febri dan Mbak Dian sebagai pendiri resto, Hararu adalah kata lain dari halal dalam Bahasa Jepang, karena memang mereka menyajikan menu-menu masakan Jepang namun dengan bahan dan proses yang halal serta dengan cita rasa yang telah disesuaikan dengan lidah masyarakat Jember. Lokasi yang strategis dan harga yang terjangkau, Hararu  ternyata mampu memenuhi ekspektasi dan menarik perhatian masyarakat Jember, tak heran bila terlihat resto yang buka 24 jam ini terlihat selalu ramai.

Ada beberapa menu favorit saya di Hararu. Pertama adalah Yakitori spesial, disebut spesial karena paduannya yang terdiri dari sosis daging, potongan nanas, daging ayam, paprika, dan pentol daging  kelinci. Iya, penggunaan pentol daging Kelinci ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Hararu bagi pelaku usaha pengolahan daging Kelinci di Jember. Menu lainnya yang juga spesial adalah Sukiyaki Steamboat dan grill. Kuah Suki-nya beneran sedap dan dagingnya tipis, fresh gak alot saat dikunyah.

Tak hanya makanan, Hararu juga menyediakan berbagai varian minuman baik minuman segar dan aneka ragam racikan kopi, seperti Single Origin, Espresso, Creamy Latte, juga menu selain kopi seperti The Mocktail hingga minuman tradisional seperti Wedang dan Susu Jahe. Sementara itu ada juga menu spesial seperti Hararu Ice Coffe, Japanese Ice Coffe dan Honey Ice lecci yang wajib deh kamu cicipi. Dijamin deh, mantaps rasanya.

  • Restoran Warung Kembang, Bukan Sekadar Lunch

Sebenarnya destinasi pertama kami hari pertama Sueger Famtrip 2019 adalah kunjungan ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao. Namun karena kunjungan terjadwal siang hari setelah makan siang maka kami masih sempat beristirahat sambil menunggu waktu makan siang tiba di Restoran Warung Kembang. Tempatnya yang luas dengan fasilitasnya lengkap, bahkan memiliki kamar mandi yang banyak membuat kami yang dari luar kota menyempatkan diri untuk mandi di sana hehehe.

Restoran Warung Kembang adalah salah satu restoran besar di Jember yang sering sekali menjadi rujukan untuk tempat makan juga sebagai tempat gathering dan wedding party. Hal ini tak mengherankan buat saya karena setelah berada di sana dan mencicipi langsung masakannya, selain karena tempatnya yang luas dan fasilitasnya yang lengkap, menu makanan yang sebagian besar menu Indonesia di Warung Kembang memiliki cita rasa yang mantap dan lezat, benar-benar cita rasa khas lokal, bahkan hingga ke minuman lokalnya seperti kunyit asem dingin serta camilan edamame rebus yang merupakan komoditi unggulan Jember berkualitas ekspor.

Untuk makanan saya pastikan semuanya enak karena semua menu prasmanan yang disajikan sudah  saya coba. Paling favorit sih sambal terasi, iwak pe, serta gurami bakar dan ayam bakarnya. Entah  bumbu apa saja yang digunakan bisa segitu enaknya. Ah, saya menyesal tak sempat menanyakan resepnya, karena keasikan menikmati menu makan siang. Sstt…, saya sampai dua kali nambah lho.

Oh ya, ada satu lagi yang menarik yaitu sayur beningnya. Tak seperti yang saya ketahui selama ini bahwa sayur bening biasanya hanyalah terdiri dari sayur bayam atau jagung. Tapi Sayur Bening di Warung Kembang ini terdiri dari Kacang Panjang, Jagung, Mentimun, dan Tomat. Kuahnya benar-benar bening, membuat saya bertanya-tanya, jangan-jangan semua sayuran direbus di tahapan lain dan baru kemudian ditambahkan kuahnya. Rasanya segar, sesegar sayur bening dengan taste yang lebih ringan.

  • Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Wisata Edukasi Favorit di Jember

Sebagaimana namanya, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) berdiri  sejak tahun 1911, dengan nama  Besoekisch Proefstation. Pada tahun 1981, melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Pertanian No. 786/Kpts/Org/9/1981 Puslitkoka ditetapkan sebagai  lembaga penelitian perkebunan yang mempunyai mandat untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan komoditas kopi dan kakao secara nasional. Setelah mengalami beberapa kali perubahan nama, sejak tahun 1993 namanya menjadi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Secara struktural di bawah PT Riset Perkebunan Nusantara. (Wikipedia)

Selain sebagai pusat penelitian, Sejak 20 Mei 2016 tempat ini juga dikembangkan sebagai tempat wisata edukasi masyarakat mengenai Kopi dan Kakao dan diberi nama Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP). Di tempat ini, pengunjung bisa melihat langsung tanaman kopi dan kakao dengan berkeliling kebun dengan menggunakan mobil yang yang didesain serupa kereta kayu unik mirip mobil dalam film kartu Flinstone. Selain berkeliling kebun, pengunjung juga dipandu berkeliling pabrik pengolahan Kopi dan Kakao sambil mendapatkan informasi lengkap dari guide bagaimana proses pengolahan Kopi dan Kakao sejak berupa buah hingga menjadi produk yang siap dikonsumsi oleh masyarakat.

Oh ya di tempat ini juga tersedia pusat oleh-oleh Kopi dan Kakao lho. Ada yang kurang rasanya bila tak membawa buah tangan dari tempat ini. CCSTP sudah menyediakan tempat khusus yang berfungsi sebagai kafe dan pusat oleh-oleh bagi pengunjung yang ingin menikmati produk-produk olahan kopi dan kakao, baik untuk dinikmati langsung di tempat atau untuk dibawa pulang sebagai buah tangan. Pilihan produknya banyak sekali membuat saya bingung hendak membawa pulang yang mana. Nah, kalau kalian berkunjung ke Jember, tempat ini menjadi salah satu tempat yang saya rekomendasikan  sebagai destinasi favorit di Jember untuk didatangi semua kalangan.

  • Papuma dan Romansa di Watu Ulo Jember

Kalau Ancol identik dengan nama pantai di Kota Jakarta, maka Papuma atau Pantai Pasir Putih Malikan adalah pantai yang identik dengan kota Jember. Tak lengkap rasanya kunjungan wisata ke Jember tanpa mengunjungi Pantai Papuma. Serunya, kami tak hanya berkunjung ke tempat ini namun juga menginap di salah satu resort yang berada persis di tepi pantainya yaitu Papuma Resort. Pas banget lho, aku yang lagi pengen-pengennya menginap di kamar yang persis berhadap-hadapan dengan pantai ternyata terwujud, karena dari kamar yang kami tempati di Papuma Resort, pantai langsung terlihat ketika membuka pintu.

Di Papuma, kami menyempatkan diri naik ke Siti Hinggil, sebuah bangunan yang mirip dengan menara pandang dengan tangga yang dicat warna-warni. Bangunan ini masih terlihat baru dan terawat, dari bagian teratas Siti Hinggil kita bisa melihat Tanjung Papuma dari ketinggian. Sensasinya memang luar biasa, semilir angin dan debur ombak yang memecah di batu karang raksasa, membawa rasa yang tak terdefinisikan. Paduan antara kagum, bahagia, sekaligus merasa betapa kecilnya manusia dibanding alam ciptaan Yang Mahakuasa

Tanjung Papuma memiliki garis pantai yang sama dengan Pantai Payangan dan Pantai Watu Ulo. Ketiga pantai ini memang seringkali menjadi tujuan wisata masyarakat Jember. Letak geografis pantai di antara bukit-bukit memang membuat kita tak bisa melihat  langsung mentari saat terbit atau tenggelam, namun semburat langitnya tetaplah indah, apalagi malam hari, Tanjung Papuma merupakan tempat yang tepat untuk menikmati bintang di angkasa sambil mengabadikan keindahan langit dengan taburan bintang dari balik lensa.

Seusai mengerjakan sholat subuh, bersegeralah menuju bibir pantai, karena pagi hari merupakan waktu yang tepat buat kita untuk ikut bersukaria bersama nelayan dengan hasil tangkapannya. Mereka berangkat sore hari sebelumnya dan setelah semalaman menangkap ikan,  maka pagi hari kita bisa menyaksikan mereka bergotong royong menurunkan hasil tangkapan dari kapal. Pemilik kapal atau para pengepul biasanya sudah siap di pantai, menghitung hasil tangkapan berdasarkan jumlah ember wadah ikan-ikan tersebut lalu mendistibusikannya.

  • Ketika Cerita Harus Bersambung

Sebenarnya cerita tentang destinasi wisata favorit Jember dalam Sueger Famtrip 2019 Jember ini masih panjang, tapi kalau ditulis semua dalam satu tulisan ini khawatir malah jadi terlalu panjang dan kalia bosan membacanya. Padahal ini baru hari pertama lho hehehe

Cerita Waton Parade dan destinasi wisata favorit Jember selanjutnya kita lanjutkan di tulisan lain ya. Tenaaaang, masih di blog ini juga kok. Kalian bisa klik tautan ini ya, DESTINASI WISATA FAVORIT JEMBER DALAM SUEGER FAMTRIP 2019 – BAGIAN KEDUA

TAGS

«

»

23 COMMENTS

  • nurulrahma

    Kereen kereeennn!!
    Ternyata Jember punya potensi wisata yang super duper uhuy ya Mbaaa
    Aku udah lamaaaa ngga ke Jember.
    Moga2 thn depan bisa ikutan trip eniiih

  • Ria

    aku tahunya Watu Ulo doang… huhuhuh, padahal dulu lumayan sering bolak balik Jember , liburan bareng keluarga. Baru tahu ada tempat wisata edukasi kopi dan kakao…
    Apa tidak ada kereta yg langsung ke Jember kah?

  • Nia Nastiti

    Lihat postingannya Mba Donna jadi inget belum kesampean ke Papuma. Semoga kapan2 bisa ke sana klo bayi udah gedean 😀

  • Jalan-Jalan KeNai

    Sekian belas tahun lalu, saya pernah ke Jember untuk urusan kerjaan. Ke sananya naik mobil sewaan. Kesan pertama, jauh banget dan gak sampe-sampe. Makanya sampai kapok ke Jember. Apalagi waktu cuma untuk urusan kerjaan. Gak tau kalau Jember punya pesona secantik itu. Lain kali pengen balik ke Jember lagi. Tetapi, baik kereta aja

  • Sulis

    Aku blm pernah ke Jember mba… Mbaca postingan ini jadi penasaran sama sayur bening ala Jember. Edamame? Samakah dengan kedelai mba?

  • Mutia Karamoy

    Yeah…Lebaran kemaren baru mudik ke Jember tepatnya di Kencong Umbulsari, kampung halaman suami. Sempat jalan-jalan juga ke Pantai Watu Ulo plus ke pelelangan ikan di Puger. Sayangnya belum sempat mengunjungi destinasi wisata yang mak Dona kunjungi, mudah-mudahan next bisa ke sana. Tapi suasana desa di Jember menurut saya keren, teratur dan bersih serta banyak peninggalan bersejarah seperti pabrik gula tua yang masih beroperasi.

  • Beautyasti1

    Kereta kayu nya unik bangeett, pengen naik juga heheehe.. btw ternyata jember itu lebih jauh dari jogja dan surabaya ya mba, dan ini naik kereta tipe apa mba? Lama juga perjalanannya ya tapi seru dibanding naik pesawat gak nikmati pemandangan

  • Juliastri Sn

    Wow, ternyata Jember punya banyak tempat destinasi yang asyik untuk dikunjungi ya. Jadi pengin kesana suatu hari nanti

  • Nathalia DP

    Wah, baru satu hari aja udah seru banget… Lengkap wisata kuliner, wisata edukasi, dan wisata alamnya… Jadi tertarik pingin main ke jember…

  • Eri Udiyawati

    Naik kereta ke Jember, antar berangkat dan pulang memilih transit yang berbeda. Niceeee, biar bisa merasakan Jogja juga.

    Jadi, Hararu itu semacam label halal di Jepang, ya? Waah kalau ke Jember makan di situ. Insya Allah tidak perlu khawatir, karena makanannya halal.

    Pantai Papuma itu ikonik banget untuk Jember. Batu yang menjulang tinggi itu. Selalu membuat orang penasaran dan ingin ke situ, termasuk saya.

  • Hidayah Sulistyowati

    Seru ya famtrip di Jember mbak, dari makan di Hararu, Warung Kembang, sampai jelajah di kebun kopi. Dan pantai Papuma nya bikin seger mata juga, jadi komplit deh wisatanya

  • Ririe Khayan

    Jember kaya akan destinasi wisata yang aseliii ciamik. Sering dengar cerita temna yg asli Jember ttg pantai Papuma, dan pengen one day nanti bs explore wisata ke Jember.

  • Witri Prasetyo Aji

    Jember, yang ku inga dari Jember itu Jember Carnival. Tapi ternyata, pemandangan di Jember bagus banget. Apalagi ada kereta kayu di pusat penelitian kopi, makin pengen ke Jember…

  • Rina Susanti

    Note rekomendasinya…selama ini Jember ga pernah masuk dlm list impian wisata sy krn ga tahu banyak tempat wisata sekeren ini

  • Andiyani

    Mba, mau sih ikutan lanjalan ke destinasi wisata favorit sambil wisata kuliner…. Menarik banget ini! Masyaaallah…

  • Meirida

    Wah, Jember udah punya tempat wisata yang kece ya. Liat foto coklatnya aku jadi ngences sendiri. Hahaha.

  • Liswanti

    Nanti kalau ke Madoun, mau ah mampir ke Jember. Tempatnya asyik ya mba.

  • Efi Fitriyyah

    View di Papumanya cakep banget. Aku jadi pengen ke sana juga

  • Rahmah

    Aku tuh mupeng bisa ikut FamTrip seperti ini
    Tapi selalu ga ada lampu ijo karena masih punya balita
    Mungkin kalau mereka sudah remaja, aku baru bisa beneran ke Jember bebas tanpa hambatan haha

  • Eni Martini

    Dari semua destinadi wisata Jember , aku suka pantainya. Masyaallah indah banget ya, mba. Berasa ingin melamun di sana hahaha

  • Eskaning Arum P.

    Nggak nyangka Jember semenarik itu deh mba. Tim riset di kantor lamaku juga kemarin baru ada riset di Jember dan mereka menyempatkan berwisata di sekitaran Jember. Duh cantik banget view pantainya membuat aku pengen terbang ke Jember…

  • Leyla Hana

    Mantap menu brunchnya masakan Jepang. Ternyata Edadame itu diekspor dari Jember ya. Kirain dari Jepang juga. Jember punya potensi wisata yang oke punya nih.

what do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • Pingback: DESTINASI WISATA FAVORIT JEMBER DALAM SUEGER FAMTRIP 2019 (Bagian Kedua) - Travelecturer on July 14, 2019
    • GIVE AWAY!
Free 3 Seat #TELISIKBUDAYA bersama @IdCorners

Dear IDCers,
Sudah tahu kan kalau Indonesia Corners kembali mengadakan acara seru? Yup, acara bertajuk #TelisikBudaya ini akan diadakan di Desa Budaya Sindang Barang, Bogor. 
Di sana, bakal ada sesi Travel Blog & Photography Workshop dengan pembicara Kak Donna Imelda @travelecturer, Travel Blogger, Cofounder Indonesia Corners dan Uni Raiyani M.@raiyanim, Travel Photographer.

Bakal dibahas panjang lebar Tips & Trik Travel Fotografi & Blog, lho. Terus, Kalian bisa mengikuti kompetisi Travel Blog dengan hadiah menarik dari Fuji Film. Tak hanya itu, kita bakal praktek langsung berburu foto, ya!  Waa, seru!

Nah, buat kalian yang berminat banget ikutan acaranya bisa lho ikutan #IndonesiaCornersQuiz

Caranya mudah, cukup repost banner acara Telisik Budaya di akun Instagram Indonesia Corners di feed Instagram kalian masing-masing. Jangan lupa follow akun Instagram Indonesia Corners dan para pembicaranya ya! Mention tiga teman kalian untuk ikutan kuis ini. Mudah, khaaan? 
Jangan lupa tag @idcorners dan beri hestek  #IndonesiaCornersQuiz dan #IndonesiaCorners ya

Kuis ini berlangsung hingga tanggal 20 Agustus 2019. Apa hadiahnya? Ada tiga seat ikutan acara Telisik Budaya Indonesia Corners di Bogor untuk 3 pemenang yang beruntung.

Mimin tunggu ya partisipasinya!

#IndonesiaCornersQuiz
#IndonesiaCorners
#IDCorners
    • Melihat rangkaian foto ini membawa banyak kenangan ke masa lalu.

Bayi yang terlahir normal meski terjerat tali plasenta di lehernya  pada 14 Agustus 2002 ini, memiliki berat lahir 4 kg dan terdiagnosa "manis" sejak kecil. Saking manisnya ia harus masuk inkubator selama 5 hari setelah dilahirkan karena selama dalam kandungan ibunya gemar stok teh botol dalam refrigerator dan mensuplai gula berlebih untuknya hehehe.

Hanifah Dianti Maharani namanya, kami sering memanggilnya dengan Rani. Tumbuh dengan karakter feeling introvert yang kuat dan sangat feminin. Bertolak belakang dengan kakaknya yang sangat maskulin. Tak heran bila rok panjang menjadi gaya andalannya setiap keluar rumah.

Rani menjadi alarm bagi kami serumah, pengingat kalau bunda pakaiannya sering gak syar'i,  pengingat ayah supaya jangan mudah percaya sama hoax, pengingat kakak jangan suka iseng megang2 wajah supaya gak jerawatan.

Rani sensitif dan penyayang, mudah jatuh iba dan selalu ingin memberi lebih. Itulah kenapa kalau naik ojol atau angkot, atau pesen gofood, tambahan ongkosnya bisa lebih gede dari ongkosnya sendiri. "Biar abangnya gak susah cari kembalian, bun." sebuah alasan yang menunjukkan betapa gadis ini tak ingin terlihat istimewa dengan pilihan sikapnya. 
Rani yang bilang ingin jadi relawan dunia, yang tadinya bercita-cita jadi psikolog tapi kini  tertarik dengan ilmu komunikasi sekarang sedang berjuang mempersiapkan diri agar bisa masuk universitas pilihannya. Sebagaimana prinsip yang ia pelajari bahwa manusia memang harus berilmu dan sebaik-baiknya manusia ialah yang dengan ilmunya ia bisa bermanfaat  bagi umat.

Tak ada lain yang bisa bunda berikan, nak..., selain doa yang mengiringi setiap langkahmu.

Berjalanlah di muka bumi Allah dengan rendah hati, jangan mengambil hak orang lain, apalagi sampai menzalimi. 
Tumbuhlah sehat dan cerdas, menjadi pribadi yang kuat dan tahan dalam tempaan kehidupan serta menjadi cahaya buat orang-orang di sekelilingmu.

Takut dan bergantung saja sama Allah sambil terus berikhtiar dan istiqomah di jalan-Nya. Langitkan segala doa dan harapan ke arasy-Nya. Insyaa Allah tak ada doa yang tak dijabah.

Selamat ulang tahun yang ke-17, Kesayangan Bunda..
    • #Repost @idcorners (@get_repost)
・・・
Indonesia Corners kembali mengadakan Travel Blog & Photography Workshop dengan pembicara 
Donna Imelda, Travel Blogger, Cofounder Indonesia Corners
Raiyani M., Travel Photografer

Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Agustus 2019
Waktu : 07.00 WIB - Selesai
Registration : Rp 250.000

Tips & Trik Travel Fotografi & Blog Di Kampung Budaya Sindang Barang, Bogor. Dan, ikuti kompetisi Travel Blog dengan hadiah menarik dari Fujifim 
Juara 1 Fujifilm XA3 
Juara 2 Fujifilm XA20
Juara 3 Fujifilm XP140 (underwater)

Agenda : Explore Kampung Budaya Sindang Barang, Sajian Tari Tradisional, Kunjungan Ke Pabrik Sepatu dan Pura Agung Jagatkartya

Silahkan mendaftar, kami akan menghubungi via wa/email untuk informasi transfer dan informasi lengkap workshop tersebut.

Contact : Dedew (082137762809)

form registrasinya bit.ly/telisiksindangbarang
.
.
.
#idcorners
#travelbloggerindonesia
#travelworkshop
#travelwitting
#jalanjalan
    • Selamat menempuh fase baru sebagai mahasiswa @rizkafarah27. Doa Bunda selalu! 
#Repost @rizkafarah27 (@get_repost)
・・・
"We have laid good foundations for industrial prosperity, now we want to assure the happiness and growth of the workers through vocational education, vocational guidance, and wisely managed employment departments. A great field for industrial experimentation and statesmanship is opening up." —Thomas A. Edison
⠀
Hey, folks! I'm Rizka Farah and I'm ready to be a part of Department of Social Humanities, Vocational Program of Multimedia Broadcasting in University of Indonesia class of 2019
⠀
We're ready to improve the quality competencies of our national human resources
⠀
#VOKASIUI2019
#BanggaVokasi
#TriwarnaMuda
#UniversitasIndonesia
#AkuMabaUI2019
    • Build Your Personal Brand in Digital Age

Begitulah kira-kira pesan yang ingin saya sampaikan pada mahasiswa-mahasiswa ini dalam kuliah tamu di Program Studi Teknik Kimia Universitas Jayabaya, 3 Agustus 2019 kemarin.
Meski profesi chemical engineer yang mungkin kelak akan mereka tekuni nanti tidaklah bersentuhan langsung dengan publik dan media digital namun membangun karir tak bisa dilepaskan dari kesuksesan seseorang membangun personal brand di dunia profesional.

Semoga bermanfaat yaaaa

#travelecturerlife #RedefiningMe #donnametamorphjourney #womanintech #km28,8 #generallecture #himateka
    • [Yuk jadi Relawan Narasumber dan Dokumentator RuBI 2019]

Ruang Berbagi Ilmu membuka kesempatan untuk kamu bergabung menjadi Relawan Narasumber dan Dokumentator RuBI 2019 ✨

Tahun ini, RuBI mengajakmu berlayar ke 5 daerah di Indonesia, yaitu Aceh Singkil, Jember, Lombok Utara, Bali, dan Kepulauan Sula.

Tentu, kamu bisa memilih satu wilayah untuk bertemu guru-guru yang sudah menunggumu.

Tak perlu buru-buru, pahami dulu, nanti kasih tahu keputusanmu lewat tautan di bawah ini ya!

Tautan Pendaftaran Narasumber:
bit.ly/RuBINarasumber2019

Tautan Pendaftaran Dokumentator:
bit.ly/RuBIDokumentator2019

Periode Pendaftaran:
3 Agustus - 21 Agustus 2019

Kita beri mereka hadir yang tak sekedar mampir. Hadir yang dari hati, semangat untuk berbagi

#TerusBelajar
#BergerakBersama
#BerbagiSelamanya
----------------------------------------
.
Facebook dan Youtube : Ruang Berbagi Ilmu
Instagram dan Twitter : @rberbagi_ilmu
Website : www.ruangberbagiilmu.com
    • ADOFANI FAMILY

Mas Adnan dari @kotakmemori.std yang bikin karikatur kami memang jago banget bikin gambar yang pas banget dengan personality kami  berempat. Padahal cuma  sekilas saya sampaikan tentang kami plus satu dua foto pendukung saja.
Kalian bisa menebak gak kira-kira aku bilang apa pada beliau sehingga jadilah gambar ini.

Nah untuk lucu-lucuan aku bikin give away di Facebook dan Instagram, ada pulsa 50 ribu untuk 3 orang yang tebakannya paling pas. Cuma sampai besok hari pukul 07.30 wib yaaaa. Sila isi di kolom komen di Facebook atau di Instagram aku ya, temans!
.
#RoadTo22WeddingAnniversary #giveaway #adofanifamily #donnametamorphjourney
    • Coz we are the great team, The Winning Team!
.
Keluarga,
selalu bisa mengingatkan saya, bahwa mereka adalah salah satu tempat saya kembali di dunia. Keluarga pula yang mengingatkan bahwa saya bukan siapa-siapa tanpa mereka, meski saya memperoleh pencapaian yang besar di luar sana.

Anak-anak adalah process control kami. Kami tahu bahwa kami tak mungkin pantas menjadi panutan mereka bila pada teladan yang kami ajarkan kami justru melakukan hal sebaliknya, hal yang mungkin saja mereka tidak ketahui. .
Bahwa mengajarkan adalah dengan melakukannya terlebih dahulu dan menjadi role model adalah cara terbaik untuk belajar tentang hidup sambil terus tumbuh bersama.

Sejatinya, tepuk tangan dan segala pujian di luar sana sungguh tiada guna bila saya gagal membawa keluarga saya bersama dalam pencapaiannya.

Because we are the great team,
The Winning Team!

Terimakasih untuk tahun-tahun yang luar biasa Agustinus Ahaddian Ginting, Rizka Farah Diba Dianti, Hanifah Dianti Maharani.

#RoadTo22ndAnniversary #RedifiningMe #donnametamorphjourney #TravelecturerLife #AdofaniWorld #lifemate #couplegoals #AyoPelesiran