Search here...
TOP
Destination

Destinasi Wisata Favorit Jember Sueger Famtrip 2019 #2

Masih ingat cerita saya mengunjungi destinasi wisata favorit Jember dalam Sueger Famtrip 2019 bagian pertama? Nah yang belum atau ingin yang ingin membaca kembali bisa klik tautan ini ya, Destinasi Wisata Favorit Jember Bagian 1.

Nah ini bagian keduanya.

  • Waton Parade 2019, Lestarikan Budaya Lokal Masyarakat Jember

Bagi saya yang pertama kali ke Jember dan belum mengenal banyak budaya Kota Tembakau ini, istilah WATON PARADE 2019 adalah istilah baru buat saya. WATON sendiri merupakan singkatan dari Watu Ulo Pegon dimana Pegon itu sendiri adalah istilah yang digunakan masyarakat lokal untuk alat transportasi pedati yang ditarik dengan dua ekor sapi. Alat transportasi ini bisa digunakan untuk membawa hasil bumi atau pertanian atau bisa juga digunakan untuk alat angkut penumpang atau manusia.

Pegon parade ini dirayakan pada tanggal 23 Juni 2019 di sekitar Pantai Watu Ulo, itulah mengapa kemudian Pegon Parade ini dinamakan Watu Ulon Pegon Parade 2019 yang kemudian disingkat dengan nama WATON Parade 2019. Letaknya tak jauh dari Pantai Tanjung Papuma tempat kami menginap, masih di garis pantai yang sama sehingga hanya perlu beberapa menit saja menyusuri pantai dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Saya melihat kegiatan ini layaknya sebuah perhelatan pesta rakyat yang disambut dan diikuti dengan antusias oleh masyarakatnya. Tua maupun muda, anak-anak maupun orang dewasa, lelaki atau perempuan, semua berbondong-bondong datang bersama sahabat atau keluarga. Mereka datang  dari berbagai penjuru, bukan hanya yang tinggal di sekitar Watu Ulo tapi juga berdatangan dari daerah-daerah lain di sekitar Jember. Sungguh sebuah pesta rakyat yang meriah dan dapat dijadikan destinasi wisata favorit di Jember setiap tahun.

Antusiasme masyarakat bukan hanya terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir namun juga dari banyaknya masyarakat yang mengikuti lomba menghias Pegon, setidaknya saya melihat ada 60 nomor tempat lokasi pegon-pegon ini “parkir” setelah berparade. Setiap pegon mengangkut 8-10 penumpang tergantung kapasitas tiap pegon. Nah, Pegon bernomor parade 1 adalah Pegon yang ditumpangi oleh Bupati Jember, Ibu dr. Hj. Faida, MMR dan sang suami ditemani beberapa pejabat dari Dinas Pariwisata Jember.

  • Romansa Masa Lalu di Kampung Kopi Rayap, Jember

Saya seolah memasuki lorong waktu saat menginjakkkan kaki di Kampung Kopi Afdeling Rayap. Setidaknya ada tiga tempat yang menarik perhatian saya saat berada di tempat bernuansa vintage ini, yaitu Café Kampoeng Kopi Afdeling Rayap, Villa Koffie Afdeling Rayap dan Pabrik Kopi Afdelling Rayap.  Bagi yang menyukai tempat dingin dan jauh dari hirup pikuk atau ingar bingar kota dan menyukai suasana tempo doleoe, maka Afdeling Rayap adalah tempat yang tepat untuk itu.

Café Kampoeng Kopi Afdeling Rayap terletak di area depan di ujung muka jalan menuju vila. Dengan lokasinya yang berada di depan, maka tempat makan dan minum ini bisa dikunjungi tidak hanya oleh tamu yang menginap di vila namun juga bagi mereka yang hanya sekadar singgah untuk menikmati makanan dan minuman. Pengunjung bisa menikmati suasana kebun kopi yang nampak dari kejauhan sambil diiringi musik alam berupa suara gemericik aliran sungai yang berada persis di seberang jalan.

Masih di jalan yang sama beberapa ratus meter ke muka, melewati jalan berbatu yang diapit pepohonan kopi dan pinus di kiri kanan jalan, pengunjung akan tiba di Villa Koffie Afdeling Rayap. Bangunan lama bergaya vintage ini bisa digunakan untuk para pengunjung menginap. Kapasitasnya cukup besar, dari 5 kamar yang tersedia villa ini bisa menampung hingga 30 orang tamu dengan harganya hanya 1.500.000 ribu rupiah saja. Seru khan bisa reramean refreshing dengan harga sehemat ini. Halaman vila cukup luas, sejauh mata memandang suasana asri dan hijau terlihat menyejukkan jiwa.

Kami memang tak sempat menginap di Villa Koffie, tapi sempat menikmati aktivitas yang paling menarik di tempat ini yaitu Wisata Edukasi Kebun Kopi. Jadi dalam kegiatan ini, pengunjung akan diajak ke kebun kopi Robusta Rayap dan belajar dengan melihat langsung tanaman kopi sambil dijelaskan informasi penting tentang kopi, dan melihat pula peralatan dan proses pengolah kopi dari  biji segar pasca panen  hingga menjadi  biji kopi yang siap diolah lebih lanjut menjadi minuman.

Di tempat ini kampi juga sempat belajar bagaimana uji kopi yang dihasilkan oleh Kebun Renteng PTP Nusantara XII di ruang Cup Test Pabrik Kopi Rayap. Ada uji aroma dan tentu juga uji rasa. Bagi mereka yang sudah ahli dan berpengalaman, uji organoleptic ini akan menunjukkan bagaimana kualitas kopi yang dihasilkan dari proses di pabrik dan bisa mendeteksi bila ada proses yang tidak sesuai –misal pada proses sangrai– sehingga  hasilnya tidak mencapai baku mutu kopi yang diinginkan.

  • Hotel Rembangan

Sepulang dari Kampeng Kopi Afdeling rayap, kami pun bergerak menuju daerah Rembangan yang merupakan dataran tinggi mirip dengan daerah puncak Cianjur atau Bogor. Sesuai rencana, seluruh peserta Sueger Famtrip 2019 akan menginap di sini, di Hotel Rembangan. Hotel ini memang hotel lama namun masih terawat. Dari banyaknya tamu yang menginap meski bukan di akhir pekan menunjukkan bahwa hotel ini masih menjadi hotel rujukan untuk menginap di daerah Rembangan.

Ukuran kamar yang dimiliki Hotel Rembangan cukup luas, terutama kamar yang kami tempati. Letaknya berada di sisi kiri bangunan utama hotel dan menghadap ke taman yang luas dengan pemandangan perbukitan dari kejauhan. Setiap kamar bahkan masih bisa memuat extra bed ukuran queen sehingga memungkinkan setiap kamar dihuni oleh empat orang. Setiap kamar juga dilengkapi dengan kamar mandi di dalam, air panas dan ruang duduk serta televisi berwarna.

Satu hal yang memorable buat saya adalah menu makanannya yang enak dan suasana makan yang menyenangkan. Kita bisa memilih tempat makanan dengan pemandangan kolam renang atau memilih di halaman samping dengan pemandangan perbukitan. Saat pagi hari, tamu bisa memilih beranda restoran untuk menikmati sarapan sambil memandang kolam renang dan taman yang luas sambil menghangatkan diri dengan sinar matahari pagi. Tempat ini memang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jember sebagai tempat refreshing dan menginap.

Nah, saat malam hari, sangat menyenangkan bila menikmati hidangan dan minuman hangat di halaman dengan penerangan lampu-lampu pijar yang dirangkai sedemikian rupa di area halaman tempat makan yang memberikan suasana yang sangat romantis. Malam itu kami berlama-lama berada di sana meski makan malam telah selesai. Saking asiknya berbincang sambil menikmati minuman panas dan camilan khas cuaca dingin seperti pisang goreng atau ubi goreng yang kami pesan malam itu, hampir sebagian besar dari kami tidur larut malam.

  • Museum dan Perpustakaan Tembakau

Tak lengkap tentunya bila kita tidak mengenal lebih dalam tentang Tembakau saat kita justru berada di kota yang mendapat julukan sebagai Kota Tembakau. Salah satu tempat yang tepat untuk mengenal tembakau adalah Museum dan Perpustakaan Tembakau yang berada di lokasi yang sama dengan Unit Pelayanan Terpadu Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Lembaga Tembakau (UPT-PSMB-LT) Jember. Tempat ini memiliki beberapa fasilitas seperti laboratorium pengujian mutu, barang dan inspeksi, kalibrasi peralatan, sertifikasi produk Penggunaan Tanda SNI, Tempat Uji Kompetensi, serta sebagai pusat informasi dengan keberadaan museum dan perpustakaan Tembakau di area yang sama.

Sebagai bagian dari Tobacco Information Centre, Museum dan Perpustakaan Tembakau yang letaknya di Jalan Kalimantan Nomor 1 Jember, memberi informasi sedemikian banyak tentang tembakau, bukan hanya mengenai sejarah tembakau dan perkembangannya, tapi juga hingga mengenai diversifikasi tembakau, hingga manfaat positif tembakau selain untuk bahan cerutu dan rokok sebagai upaya dalam melestarikan tembakau sebagai komoditas spesifik warisan budaya bangsa di Jember. Pas banget untuk jadi destinasi wisata favorit di Jember.

Bila diukur dengan satuan luas, Museum dan Perpustakaan Tembakau ini tidaklah terlalu luas namun sungguh sarat informasi. Menikmati keberadaan museum ini tak bisa hanya dari perspektif visual atau sesuatu yang indah untuk dipajang di etalase media sosial, namun ada kegelisahan yang cukup mendalam tentang keberadaan tembakau dan petani tembakau  itu sendiri. Apalagi kalau kita merunut dari perjalanan sejarah bagaimana tembakau begitu berharga sehingga diberi julukan Daun Emas dan pernah Berjaya sebagai penghasil Daun Tembakau terbaik dunia nomor dua setelah Kuba.

BIN Cigar Factory

Setelah berkunjung ke Museum Tembakau, kami juga sempat mengunjungi BIN Cigar Factory yang terletak di Jalan Brawijaya No 5, Jubung. BIN Cigar adalah kependekan dari Boss Image Nusantara (BIN) Cigar nama perusahaan penghasil cerutu kelas dunia. Uniknya, bahan baku daun tembakau yang mereka gunakan adalah hasil kebun mereka sendiri dengan asal varietas dari Kuba yang berhasil mereka budidayakan dan mereka tanam di Jember. Sebagai penghasil cerutu terbaik nomor satu dunia, Kuba memang menjadi rujukan kualitas sebuah cerutu begitu juga metode fermentasi dan pembuatannya.

Kami memang tak sempat mengunjungi kebun tembakau mereka. Namun ada yang sangat menarik perhatian saya saat berkunjung di BIN Cigar Factory yaitu sebuah ruang terbuka tempat sejumlah perempuan yang asik membuat cerutu. Ternyata seluruh proses pembuatan cerutu di BIN Cigar Factory masih dilakukan secara manual lewat tangan-tangan telaten dan terampil perempuan-perempuan yang sebagian besar berkain kebaya ini. Datang deh, dan lihat bagaimana cerutu-cerutu ini dibuat.

Selintas terlihat mudah, namun percayalah setelah kalian mencoba kalian baru merasakan bahwa perlu jam terbang untuk memiliki keterampilan menghasilkan sebatang cerutu yang baik. Dari memilah daun tembakau yang mulus dengan warna yang sesuai, memisahkan daun dari tulang daun, menggulung, hingga membalut dan proses penyempurnaan balutan hingga terwujud sebuah cerutu yang paripurna sesuai standar.

Nah bagi kalian yang ingin mengetahui bagaimana proses pembuatan cerutu secara lengkap dan langsung, jangan lupa masukkan Museum Tembakau dan BIN Cigar Factory dalam daftar destinasi wisata favorit saat berkunjung di Jember.

  • Warung Nasi Pecel Gudeg Lumintu Jember dan Kafe Kolong

Rangkaian kunjungan dalam kegiatan Sueger Famtrip 2019 sebenarnya berakhir setelah kunjungan ke BIN Cigar Factory. Namun ternyata kami masih sempat menikmati makan siang di salah satu warung nasi legendaris dan terkenal karena menunya yang unik yaitu Pecel Gudeg Lumintu. Sesuai dengan namanya menu itu memang paduan antara pecel dan gudeg, rasanya sedap dengan sentuhan rasa manis. Meski menunya sederhana tapi larisnya bukan main, jadi pastikan kalian datang sebelum jam dua siang ya kalau gak mau kehabisan.

Setelah makan siang bersama, sebagian besar dari kami pulang ke kotanya masing-masing, namun sebagian lagi masih tinggal di Jember, karena jadwal keberangkatan kereta api yang membawa kami ke kota asal terjadwal esok pagi. Dan lagi-lagi bagai masih ingin berkumpul, malam harinya kami  lagi-lagi diajak makan bersama oleh pihak Dispar. Tempatnya tentu saja tempat hangout yang kekinian dan menjadi aikon kota Jember yaitu Kafe Kolong.

Sesuai namanya memang kafe ini berada di kolong jalan raya, namun didesain sedemikian rupa sehingga unik dan menarik, bersih serta nyaman. Jauh dari kesan kolong jalan atau kolong jembatan yang kumuh dan kotor seperti yang selama ini sering kita lihat sehari-hari. Menunya juga lengkap dan harganya terjangkau, ada life music yang menemani kita makan dan berkumpul sehingga menimbulkan rasa betah. Kalau kalian ke Jember, wajib deh hangout di salah satu destinasi wisata favorit di Jember ini.

Tunggu kami kembali ya!

Destinasi demi destinasi favorit di Jember dalam Sueger Famtrip 2019 telah kami kunjungi. Meski masih banyak destinasi lain yang belum sempat kami kunjungi tapi kami tak berkecil hati, biarlah itu menjadi alasan kami untuk kembali. Karena tiga hari berada di sini, Jember berhasil membuat saya jatuh hati.

Tunggu kami kembali ya…

Ayo Pelesiran ke Jember!

 

TAGS

«

20 COMMENTS

  • lomba menghias pegon itu apa ya mbak? semoga lain hari bisa kembali ke jember dan menjelajahi sudut kota lainnya ya, amin!

  • Demia KamiL

    Omaygaaaat, Warung Nasi Pecel Gudeg Lumintu Jember dan Kafe Kolong nya itu menggoda sekali yaa, pengen banget ke sanaaa, di bandung udah agak susah nih cari pecel sayuran kaya gini, hihi

  • Luella Artistry

    Wah aku sendiri belum pernah sih jalan ke jember.. kaya nya someday wajib kesana jg ya jalan bareng keluarga.. makasig info nya yaah.

  • Ratnasari

    Waahh seru banget liat tempat wisata Jember Sueger Famtrip ini jadi pengen berwisata kesana juga deh bareng keluarga dijamin seruuu

  • Tori

    Blum pernah ke jember nih , tp bnyk jg ya tempat wisata buat dikunjungi. Klo ak pastinya mau wisata kuliner jg di jember

  • Asik banget sih ini ke Jember mbak Dona, aku belum pernah kesana dan jadi kepengen ke BIN Cigar Factory dan wisata edukasi kopinya. Siapa tau nanti ada kesempatan main ke Jember bisa mendatangi destinasi ini ya.

  • artha

    saya udah pernah ke Wisata Edukasi Kebun Kopi. Saat itu rombongan dg teman2 dan katanya ini wajib dikunjungi kalau ke Jember. sayang kami belum mampir ke museum tembakau nih

  • Rach Alida

    Mba DOnna, nasi pecel gudeg itu dua menu yang berbeda kan ya? Kalo ga salah di Banyuwangi yang ada rujak soto gitu deh yang disajikan di satu menu. Udah lama sekali aku ga ke Jember dan pengen juga suatu saat ke sini

  • Andiyani

    Menu-menu dinner warung gudeg pecel luminta menggoda iman, rasanya mau nambah aja hahaha

  • Lily Kanaya

    Kayaknya bakal seru bisa berkunjung ke pabrik cigar, pengen nanya langsung kenapa cigar harganya mahal banget 🙂

  • Andiyani

    Menu-menu di warung gudeg pecel luminta menggoda iman, rasanya mau nambah aja hahaha

  • Leyla Hana

    Asyik juga ada pesta rakyat begini ya. Komplit banget jalan-jalannya, Mba Donna. Menambah wawasan adat dan budaya.

  • Uniek Kaswarganti

    Nyenengin ya mbaa jalan-jalan di Jember waktu itu. Seneng banget bisa ketemu Mba Donna setelah lama tak bersua.
    Sayang nih, aku belum ikutan yang ke Kopi Kolong. Ternyata bagus juga tuh tempatnya.

  • Grandys

    Seneng banget mba bisa ikutan sueger fam trip ini. Liat fotonya dan destinasi nya super cucmey

  • Mpo Ratne

    Wah ternyata museum itu memyenangkan. museum tembakau banyak Cara membuat tembakau pantas saja harga cerutu Mahal . kota mas anang pastinya banyak potensi wisata yang bisa di kunjungi

  • Elva Susanti

    Seru banget yaaa pastinya. Jadi pengen ajak suami jalan2 kesana juga. Mau nyobain juga Nasi Pecel Gudeg, soalnya saya suka banget makan pecel. Ngomonginnya aja udah bikin ngiler

  • Vindy Putri

    Hai, Mbak.. aku juga blogger Jember loh hehe.. sayang kita nggak ketemu. Karena saya lagi pasif di komunitas. Pas banget itu saya baru melahirkan hehe… kalau nggak ada halangan pasti kita bertemu 😀

  • nyi Penengah Dewanti

    Seru! Aku tahun lalu ikutan ini Mba hehehe
    sekarang giliranmu jadi angkatan kedua. Jember selalu ngangenin ya Mba
    Pantai Papuma sungguh indah, apalagi ke Bin Cigar ya seru

  • Desy Yusnita

    Jember adalah kota yang ingin aku kunjungi deh Mba. Apalagi pas Jember Fashion Week itu. Pengen lihat meriahnya. Trus ternyata disana lengkap ya, petani kopi ada ya temennya ngopi alias tembakau juga ada.

what do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • Pingback: DESTINASI WISATA FAVORIT JEMBER DALAM SUEGER FAMTRIP 2019 (Bag: 1) - Travelecturer on July 14, 2019
    • GIVE AWAY!
Free 3 Seat #TELISIKBUDAYA bersama @IdCorners

Dear IDCers,
Sudah tahu kan kalau Indonesia Corners kembali mengadakan acara seru? Yup, acara bertajuk #TelisikBudaya ini akan diadakan di Desa Budaya Sindang Barang, Bogor. 
Di sana, bakal ada sesi Travel Blog & Photography Workshop dengan pembicara Kak Donna Imelda @travelecturer, Travel Blogger, Cofounder Indonesia Corners dan Uni Raiyani M.@raiyanim, Travel Photographer.

Bakal dibahas panjang lebar Tips & Trik Travel Fotografi & Blog, lho. Terus, Kalian bisa mengikuti kompetisi Travel Blog dengan hadiah menarik dari Fuji Film. Tak hanya itu, kita bakal praktek langsung berburu foto, ya!  Waa, seru!

Nah, buat kalian yang berminat banget ikutan acaranya bisa lho ikutan #IndonesiaCornersQuiz

Caranya mudah, cukup repost banner acara Telisik Budaya di akun Instagram Indonesia Corners di feed Instagram kalian masing-masing. Jangan lupa follow akun Instagram Indonesia Corners dan para pembicaranya ya! Mention tiga teman kalian untuk ikutan kuis ini. Mudah, khaaan? 
Jangan lupa tag @idcorners dan beri hestek  #IndonesiaCornersQuiz dan #IndonesiaCorners ya

Kuis ini berlangsung hingga tanggal 20 Agustus 2019. Apa hadiahnya? Ada tiga seat ikutan acara Telisik Budaya Indonesia Corners di Bogor untuk 3 pemenang yang beruntung.

Mimin tunggu ya partisipasinya!

#IndonesiaCornersQuiz
#IndonesiaCorners
#IDCorners
    • Melihat rangkaian foto ini membawa banyak kenangan ke masa lalu.

Bayi yang terlahir normal meski terjerat tali plasenta di lehernya  pada 14 Agustus 2002 ini, memiliki berat lahir 4 kg dan terdiagnosa "manis" sejak kecil. Saking manisnya ia harus masuk inkubator selama 5 hari setelah dilahirkan karena selama dalam kandungan ibunya gemar stok teh botol dalam refrigerator dan mensuplai gula berlebih untuknya hehehe.

Hanifah Dianti Maharani namanya, kami sering memanggilnya dengan Rani. Tumbuh dengan karakter feeling introvert yang kuat dan sangat feminin. Bertolak belakang dengan kakaknya yang sangat maskulin. Tak heran bila rok panjang menjadi gaya andalannya setiap keluar rumah.

Rani menjadi alarm bagi kami serumah, pengingat kalau bunda pakaiannya sering gak syar'i,  pengingat ayah supaya jangan mudah percaya sama hoax, pengingat kakak jangan suka iseng megang2 wajah supaya gak jerawatan.

Rani sensitif dan penyayang, mudah jatuh iba dan selalu ingin memberi lebih. Itulah kenapa kalau naik ojol atau angkot, atau pesen gofood, tambahan ongkosnya bisa lebih gede dari ongkosnya sendiri. "Biar abangnya gak susah cari kembalian, bun." sebuah alasan yang menunjukkan betapa gadis ini tak ingin terlihat istimewa dengan pilihan sikapnya. 
Rani yang bilang ingin jadi relawan dunia, yang tadinya bercita-cita jadi psikolog tapi kini  tertarik dengan ilmu komunikasi sekarang sedang berjuang mempersiapkan diri agar bisa masuk universitas pilihannya. Sebagaimana prinsip yang ia pelajari bahwa manusia memang harus berilmu dan sebaik-baiknya manusia ialah yang dengan ilmunya ia bisa bermanfaat  bagi umat.

Tak ada lain yang bisa bunda berikan, nak..., selain doa yang mengiringi setiap langkahmu.

Berjalanlah di muka bumi Allah dengan rendah hati, jangan mengambil hak orang lain, apalagi sampai menzalimi. 
Tumbuhlah sehat dan cerdas, menjadi pribadi yang kuat dan tahan dalam tempaan kehidupan serta menjadi cahaya buat orang-orang di sekelilingmu.

Takut dan bergantung saja sama Allah sambil terus berikhtiar dan istiqomah di jalan-Nya. Langitkan segala doa dan harapan ke arasy-Nya. Insyaa Allah tak ada doa yang tak dijabah.

Selamat ulang tahun yang ke-17, Kesayangan Bunda..
    • #Repost @idcorners (@get_repost)
・・・
Indonesia Corners kembali mengadakan Travel Blog & Photography Workshop dengan pembicara 
Donna Imelda, Travel Blogger, Cofounder Indonesia Corners
Raiyani M., Travel Photografer

Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Agustus 2019
Waktu : 07.00 WIB - Selesai
Registration : Rp 250.000

Tips & Trik Travel Fotografi & Blog Di Kampung Budaya Sindang Barang, Bogor. Dan, ikuti kompetisi Travel Blog dengan hadiah menarik dari Fujifim 
Juara 1 Fujifilm XA3 
Juara 2 Fujifilm XA20
Juara 3 Fujifilm XP140 (underwater)

Agenda : Explore Kampung Budaya Sindang Barang, Sajian Tari Tradisional, Kunjungan Ke Pabrik Sepatu dan Pura Agung Jagatkartya

Silahkan mendaftar, kami akan menghubungi via wa/email untuk informasi transfer dan informasi lengkap workshop tersebut.

Contact : Dedew (082137762809)

form registrasinya bit.ly/telisiksindangbarang
.
.
.
#idcorners
#travelbloggerindonesia
#travelworkshop
#travelwitting
#jalanjalan
    • Selamat menempuh fase baru sebagai mahasiswa @rizkafarah27. Doa Bunda selalu! 
#Repost @rizkafarah27 (@get_repost)
・・・
"We have laid good foundations for industrial prosperity, now we want to assure the happiness and growth of the workers through vocational education, vocational guidance, and wisely managed employment departments. A great field for industrial experimentation and statesmanship is opening up." —Thomas A. Edison
⠀
Hey, folks! I'm Rizka Farah and I'm ready to be a part of Department of Social Humanities, Vocational Program of Multimedia Broadcasting in University of Indonesia class of 2019
⠀
We're ready to improve the quality competencies of our national human resources
⠀
#VOKASIUI2019
#BanggaVokasi
#TriwarnaMuda
#UniversitasIndonesia
#AkuMabaUI2019
    • Build Your Personal Brand in Digital Age

Begitulah kira-kira pesan yang ingin saya sampaikan pada mahasiswa-mahasiswa ini dalam kuliah tamu di Program Studi Teknik Kimia Universitas Jayabaya, 3 Agustus 2019 kemarin.
Meski profesi chemical engineer yang mungkin kelak akan mereka tekuni nanti tidaklah bersentuhan langsung dengan publik dan media digital namun membangun karir tak bisa dilepaskan dari kesuksesan seseorang membangun personal brand di dunia profesional.

Semoga bermanfaat yaaaa

#travelecturerlife #RedefiningMe #donnametamorphjourney #womanintech #km28,8 #generallecture #himateka
    • [Yuk jadi Relawan Narasumber dan Dokumentator RuBI 2019]

Ruang Berbagi Ilmu membuka kesempatan untuk kamu bergabung menjadi Relawan Narasumber dan Dokumentator RuBI 2019 ✨

Tahun ini, RuBI mengajakmu berlayar ke 5 daerah di Indonesia, yaitu Aceh Singkil, Jember, Lombok Utara, Bali, dan Kepulauan Sula.

Tentu, kamu bisa memilih satu wilayah untuk bertemu guru-guru yang sudah menunggumu.

Tak perlu buru-buru, pahami dulu, nanti kasih tahu keputusanmu lewat tautan di bawah ini ya!

Tautan Pendaftaran Narasumber:
bit.ly/RuBINarasumber2019

Tautan Pendaftaran Dokumentator:
bit.ly/RuBIDokumentator2019

Periode Pendaftaran:
3 Agustus - 21 Agustus 2019

Kita beri mereka hadir yang tak sekedar mampir. Hadir yang dari hati, semangat untuk berbagi

#TerusBelajar
#BergerakBersama
#BerbagiSelamanya
----------------------------------------
.
Facebook dan Youtube : Ruang Berbagi Ilmu
Instagram dan Twitter : @rberbagi_ilmu
Website : www.ruangberbagiilmu.com
    • ADOFANI FAMILY

Mas Adnan dari @kotakmemori.std yang bikin karikatur kami memang jago banget bikin gambar yang pas banget dengan personality kami  berempat. Padahal cuma  sekilas saya sampaikan tentang kami plus satu dua foto pendukung saja.
Kalian bisa menebak gak kira-kira aku bilang apa pada beliau sehingga jadilah gambar ini.

Nah untuk lucu-lucuan aku bikin give away di Facebook dan Instagram, ada pulsa 50 ribu untuk 3 orang yang tebakannya paling pas. Cuma sampai besok hari pukul 07.30 wib yaaaa. Sila isi di kolom komen di Facebook atau di Instagram aku ya, temans!
.
#RoadTo22WeddingAnniversary #giveaway #adofanifamily #donnametamorphjourney
    • Coz we are the great team, The Winning Team!
.
Keluarga,
selalu bisa mengingatkan saya, bahwa mereka adalah salah satu tempat saya kembali di dunia. Keluarga pula yang mengingatkan bahwa saya bukan siapa-siapa tanpa mereka, meski saya memperoleh pencapaian yang besar di luar sana.

Anak-anak adalah process control kami. Kami tahu bahwa kami tak mungkin pantas menjadi panutan mereka bila pada teladan yang kami ajarkan kami justru melakukan hal sebaliknya, hal yang mungkin saja mereka tidak ketahui. .
Bahwa mengajarkan adalah dengan melakukannya terlebih dahulu dan menjadi role model adalah cara terbaik untuk belajar tentang hidup sambil terus tumbuh bersama.

Sejatinya, tepuk tangan dan segala pujian di luar sana sungguh tiada guna bila saya gagal membawa keluarga saya bersama dalam pencapaiannya.

Because we are the great team,
The Winning Team!

Terimakasih untuk tahun-tahun yang luar biasa Agustinus Ahaddian Ginting, Rizka Farah Diba Dianti, Hanifah Dianti Maharani.

#RoadTo22ndAnniversary #RedifiningMe #donnametamorphjourney #TravelecturerLife #AdofaniWorld #lifemate #couplegoals #AyoPelesiran