Search here...
TOP
Woman's Thought

Pecahkan Saja Rekormu Sendiri!

Kemenangan sesungguhnya bagi kami bukanlah seberapa hebat kami dibanding orang lain namun seberapa hebat pencapaian kami hari ini dibanding pencapaian yang mampu kami raih di hari kemarin

Buat yang sudah mengikuti tulisan saya sejak lama, mungkin sudah tak asing dengan kalimat yang menjadi judul tulisan ini. Dan mungkin ini adalah untuk sekian kalinya saya menulis kembali cerita terkait dengan menggunakan judul di atas.

Bermula dari luapan kegembiran Pak Suami yang memecah keheningan pagi di ruang keluarga, saat saya masih asik membaca tulisan seorang teman di #NulisRandom2017 dan anak-anak masih lelap tidur di peraduan.

“Bun… lihat deh nilai Rani”, kata Pak Suami sambil menyodorkan layar tabletnya yang berisi tabel daftar nilai hasil Ujian Negara salah satu SMP Negeri di daerah Cibubur Jakarta.

Ya, Rani adalah putri bungsu kami yang baru saja menyelesaikan jenjang studi sekolah menengah pertama tahun ini. Semalam, sehabis nonton Wonder Woman bersama, gadis dengan senyum manis ini sempat menyampaikan kegelisahannya menjelang pengumuman hasil UN, akan dapat nilai berapa dan urutan ke berapa hasil perolehan tersebut. “Aku dag dig dug nunggu besok, bun” katanya.

Kami sendiri sebenarnya tak terlalu khawatir dengan hal ini, terutama saya. Kami selalu ada mendampingi proses ini baik secara fisik maupun psikis. Kami memang bukan tipe orangtua yang duduk menunggui anaknya belajar di meja, namun kami selalu hadir lewat perhatian, afirmasi dan semangat. Diskusi tentang pencapaian sudah menjadi diskusi-diskusi panjang selama ini. Bahwa tak ada hasil yang mengkhianati usaha. Dan kami melihat upaya serius darinya. Kami percaya dengan caranya berikhtiar.

“Bahwa tak ada hasil yang mengkhianati usaha, karena takdir adanya di ujung usaha manusia”

Pernah Rani mengatakan, salah satu targetnya adalah menjadi nomer satu dan melampaui pencapaian yang selama ini dipegang oleh seorang temannya yang lain. Kami tersenyum, begitulah anak muda, urusan kalah menang dan angka masih menjadi fokus utama mereka. Lalu saya mengatakan, bahwa tugas kita di dunia ini adalah bukan untuk menjadi nomer satu karena kita bukanlah benda yang hanya diukur dengan angka-angka.

Angka itu perlu untuk scaling, karena tanpa angka semua akan menjadi relatif adanya. Lebih baik dan lebih buruk semua semu tanpa ada pembanding. Tapi bukan berarti pembandingnya itu adalah orang lain. Setidaknya bagi kami orangtuanya. Kami tak pernah mengajarkan mereka untuk berkompetisi dengan orang lain, namun bekerja sama. Kalaupun kamu harus lebih baik, bukan untuk menyaingi orang lain, bukan untuk merasa lebih hebat dari orang lain, apalagi merasa puas karena bisa mengalahkan orang lain. Kemenangan yang sejatinya semu.

Kemenangan sesungguhnya bagi kami bukanlah seberapa hebat kami dibanding orang lain namun seberapa hebat pencapaian kami hari ini dibanding pencapaian yang mampu kami raih di hari kemarin. Jadi PECAHKAN SAJA REKORMU SENDIRI!. Dengan cara itu, kamu tak perlu iri dengan pencapaian orang lain, atau tak perlu sibuk melirik kelemahan orang lain lalu merasa lebih hebat. Apalagi sampai harus memanfaatkan kelemahan tersebut untuk menjegal langkah orang lain.

Jadi meskipun Rani hari ini benar-benar melampaui perolehan temannya dan berhasil mencapai urutan kedua perolehan NEM terbaik di sekolahnya, bukan itu yang menjadi kebahagiaan sejati kami. Yang menjadi kebahagiaan kami adalah ia berhasil memecahkan rekornya sendiri, nilai seratus untuk mata pelajaran IPA dan total nilai dengan rata-rata di atas 90 telah melampaui perolehannya kala ia lulus dari Sekolah Dasar. You deserve it, anak bunda! Gak sia-sia menunda kesenangan sementara waktu untuk semua ini.

“Celakalah orang yang hari ini tak lebih baih baik dari hari kemarin, karena orang yang beruntung adalah mereka yang hari esoknya lebih baik dari hari ini”

Pesan kami hanya sederhana, jangan puas sampai di sini, masih ada perjalanan lain yang harus diperjuangkan, dan jangan larut dalam kesenangan. Teruslah menjadi lebih baik dari hari ini. Bukankah agama mengajarkan bahwa celakalah orang yang hari ini tak lebih baih baik dari hari kemarin, karena orang yang beruntung adalah mereka yang hari esoknya lebih baik dari hari ini.

Tabik
Cibubur, 2 Juni 2017

«

»

21 COMMENTS

  • Isti Adzah Rohyati

    Mbak… selamat ya buat anaknya. Ikut seneng dengernya. :))
    Btw mbak Donna cibubur di mananya? Aku juga cibubur nih. 🙂

  • Arda Sitepu

    Bagus banget quote nya mbak “Celakalah orang yang hari ini tak lebih baih baik dari hari kemarin, karena orang yang beruntung adalah mereka yang hari esoknya lebih baik dari hari ini” semoga terus menjadi lebih baik hari lepas hari.

  • Elly Nurul

    MashaAllah mba, aku bacanya jadi ngebayangin gimanan nanti saatnya aku menanti nanti nilai UAN anak anakku ya.. sekarang mereka masih TK dan 3 SD, semoga aku merasakan kebahagiaan seperti yang mba dona rasakan juga ya.. semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung untuk hari esok yang lebih baik.. aamin

  • Helena Magdalena

    Quote yg bagus mbak. Jadi teringat jaman sekolah memang semuanya diukur dgn ranking, angka, dsb sehingga lupa mengukur pencapaian kita itu seharusnya dgn pencapaian dimasa lalu. Thx udh ingetin mbak, jd reminder utk anakku ke depannya

  • Okti Li

    Inspirasi bagi saya nih semua nasihat dan pendapatnya. Membayangkan saya juga akan menghadapi situasi kurang lebih sama terhadap anak

  • Rohyati Sofjan

    Saya suka dengan kamutnya. mengena banget. Dan saya suka tulisan Mbak sarat hikmah namun tak berkesan menggurui secara verbal.
    Sebagai orang tua rasanya saya belum mengajarkan banyaj hal hikmah yang sarat nasihat pada anak. Nasihatnya selalu dibarengi tekanan atau tuntutan agar menurut.
    PR besar saya adalah memberi pengertian pada anak agar mau paham dan menyadarkannya akan sebab-akibat beserta sekian kemungkinan.

  • lendyagasshi

    Nah…ini keren banget..kak.
    Seringkali orangtua menuntut anak untuk bersaing dengan temannya.
    Padahal sudah jela, keunikan mereka masing-masing.
    Aku setuju banget kak…untuk membandingkan apple to apple.
    Diri sendiri di masa lalu dan masa sekarang.

    Barakallahu fiik…tulisannya, kak.
    Aku suka…

  • iidYanie

    Benar mba saya setuju bahwa untuk apa membandingkan kemampuan dengan orang lain, lebih baik mengukur kemampuan diri agar menjadi lebih baik lagi, makasi mba atas tulisannya menginspirasi banget buat pendidikan di kecil nanti

  • Jiah

    Selamat buat Rani! Betul banget bahwa kemenangan iti kalau kita bisa melampaui pencapaian kita yang kemarin. Kalau ingat zaman sekolah agak mau karena selalu lihat nilai teman lain sampai lupa nilai sendiri yang butuh perbaikan

  • Ujame Gaja

    Kereeeen banget nih, jadi reminder buat para pembaca. “Pecahkan rekormu sendiri!”
    Makasih ya, mbak. Dan selamat juga untuk putrinya ❤❤

  • Hidayah Sulistyowati

    Setuju banget dengan quote spesialnya, pecahkan rekormu sendiri untuk pencapaian terbaik yang bisa dilampaui.
    Selamat ya buat ananda, mbak. SEmoga sukses menjalani langkah berikutnya

  • Kurnia amelia

    Makasih sudah diingatkan dengan kata2 mutiaranya, semoga kita termasuk orang yang lebih baik lagi ya setiap harinya. Btw selamat ya buat si cantik.

  • Indah Nuria

    Memang diri kita sendiri yang perlu terus ditaklukkan .. karena memang semua berawal dari kita yaaa

  • Farida Pane

    Selamat ya, buat Rani, atas pencapaian nilai ujiannya. Sudah pasti ini memecahkan rekor, ya. Karena baru kali ini kan ujian SMP hihihi..

  • Rahmah

    Bangga sama anaknya Mba Donna
    Betul itu, target seseorang tidak bisa dipaksakan sama dengan orang lain
    Masing masing punya takdirnya sendiri sendiri

  • Sri Widiyastuti

    Betul banget mbak Dona, sukses itu tak berhenti setelah kita meraihnya, justru tantangannya setelah meraih kesuksesan itu, bisa tidak kita mempertahankannya yaa. Makasih inspirasinya mbak

  • Ida

    Wah keren filosofi nya…selamat ya.. anaknya keren bisa memiliki semangat berkompetisi yg tinggi.

  • Yoanna Fayza

    Takdir adanya di ujung usaha manusia, setuju banget mba 🙂
    Selamat buat anaknya ya mba.. semoga pendidikannya selalu lancar dan jadi terbaik di setiap jenjang 🙂

  • Zia

    Kemenangan bukan tentang mengalahkan oramg lain ya, Kak, tapi bagaimana kita bisa mengendalikan diri dan mengalahkan nafsu sendiri.

    Tulisannya bergizi gini. Makasih sudah selalu menginspirasi.

  • April Hamsa

    Ah betul banget mbak. Sesungguhnya yang kita dapat ya dari usaha kita sendiri ya.
    Bener tuh pecahkan rekor diri sendiri dan lawan diri sendiri (kemalasan dll) shg kita bisa fokus ke pencapaian tanpa tengok kanan kiri ke org lain

  • Helena

    Yes, ku sepakat bahwa persaingan yang utama dengan diri sendiri. Menaklukkan rekor diri itu lebih berat dibanding bersaing dengan orang lain. Bravo Rani! Bentar lagi mikirin kuliah dong ya

what do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • Karena sadar kamera adalah kunci, meski lagi asik browsing tetap aja melirik.
  • World Sight Day atau Hari Penglihatan Sedunia adalah kampanye tahunan yang diadakan setiap hari kamis minggu kedua bulan Oktober, untuk memusatkan perhatian dunia pada kebutaan dan gangguan penglihatan. Hari Penglihatan Sedunia 2019 jatuh pada hari Kamis, 10 Oktober 2019.

CBM, Yayasan Layak dan Standard Chartered Bank meluncurkan gerakan #EyeStandByU.
#EyeStandByU adalah sebuah gerakan yang ingin menarik perhatian masyarakat melalui aktivitas dan komunikasi yang seru dan bermakna agar bisa meningkatkan akses anak-anak Indonesia untuk bisa memiliki penglihatan yang baik.

Dine in The Dark merupakan acara peluncuran gerakan #EyeStandByU ini. Acara ini akan diadakan pada hari Senin, 14 Oktober 2019 jam 18.00 – 22.00 di Kilo Kitchen Senopati, Jakarta Selatan. 
Kamu, yes kamu juga bisa ikut event itu dengan mendukung gerakan ini pada www.eyestandbyu.com , follow IG @eyestandbyu, FB Eyestandbyu, serta sebarkan hashtag #eyestandbyu.

Yuk, ikut bergabung dalam gerakan ini!
  • Satu kerjaan beres, tapi tugas kuliah masih jadi pikiran. So, mari jeda sejenak, bangun pagi, dandan rapi, cari sarapan sambil menikmati ombak menari. So lovely! 
Kalau kata orang bijak, “When you arise in the morning, think of what a precious privilege it is to be alive -to breathe, to think, to enjoy, to love.”
  • Smile! And let everyone know that today you're a lot stronger than you were

#redefiningme #donnametamorphjourney #travelecturerlife #ayopelesiran

Hahah lupa cantumin @septianintizom sebagai Kang Poto. Makasih, Kang!
  • Kadang suka mikirin dosa. Bikinnya instant tapi nyeselnya gak kelar-kelar.

#redefiningme #donnametamorphjourney #travelecturerlife #ayopelesiran
  • Cause, I am the master of my fate, I am the captain of my soul.(William Ernest Henley)

Tak seorang pun saya biarkan membuat saya terjerembab. Kalaupun suatu hari saya terjatuh, percayalah, saya pasti akan bangkit, seberapapun sakit yang harus saya tanggung karenanya.

#redefiningme #donnametamorphjourney #travelecturerlife #ayopelesiran
  • Tetiba ingat tulisan Samuel Mulia dalam Parodi Kompas bertahun lalu. Ia mengatakan bahwa setiap dari kita punya 3 folder pertemanan dalam hidup
(1) folder teman utk selamanya, (2) teman untuk haha hihi cipika cipiki dan (3) folder untuk teman yang perlu masuk recycle bin.

Saya tentu tak tahu saya ada di folder yang mana dalam hidup teman-teman saya, hanya mereka yang tahu jawabannya. Namun siapapun saya bagi orang lain, yang harus saya lakukan hanyalah memantaskan diri untuk bertempat di folder mana saya ingin berada buat mereka.

#redefiningme #kontemplasi #kajipagi #sambuthari #donnametamorphjourney #travelecturerlife #adofaniworld #ayopelesiran
  • Hidup acapkali seperti sebuah seni peran bagi seseorang, dengan bagian tersulitnya adalah ketika ia harus menjalani peran yang takdir sediakan untuknya, bukan peran yang ia inginkan.

#quoteodtheday #redefiningme #donnametamorphjourney #travelecturerlife #@adofaniworld 📷 by @bartzap