Search here...
TOP
Woman's Thought

How to Manage Your Money in Jenius Way

Unless you control your money, making more won’t help. You’ll just have bigger payments

Bener banget gak sih kutipan di atas? Saya sih mengangguk-angguk tanda menyetujui kalimat di atas. Mungkin karena punya pengalaman pribadi yang kurang lebih mirip. Pendapatan bertambah namun tetap saja tabungan gak punya, investasi apalagi hehehe. Jadi benarlah kutipan di atas bahwa tanpa adanya kendali atas uang kita, maka berapa pun uang yang mampu kita hasilkan hanya akan membuat pengeluaran kita bertambah.

Kehadiran Budi Raharjo –Certified Financial Planner–  di Menara BTPN lantai 27 tanggal 11 Juli 2018 kemarin seolah mengingatkan kembali pentingnya mengelola keuangan. Bukan tanpa sengaja, melihat info adanya acara Financial Literacy Series Vol.1 tentang How to Manage Your Money in Jenius Way yang diselenggarakan oleh BTPN, Jenius Co-Create dan Indorelawan ini, saya pun serta merta mendaftar. Lumayan nambah ilmu mumpung ada waktu saat masih libur semester.

Budi Raharjo  mengatakan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia memang masih rendah. Salah satunya adalah karena literasi keuangan belum menjadi bagian kurikulum yang diajarkan di sekolah. Meskipun pengetahuan tentang manajemen keuangan ini bisa dipelajari di luar bangku sekolah, namun selalu ada gap yang cukup besar antara knowledge dan action. Meski tahu, belum tentu mau melakukan. Berbeda dengan negara tetangga Singapore misalnya yang tingkat literasi keuangannya mencapai 90%.

Mengelola keuangan itu memang  butuh pengorbanan. Butuh ketekunan untuk mencatat semua pengeluaran, butuh komitmen untuk melakukan apa yang direncanakan, termasuk menunda kesenangan.

Mengelola keuangan itu memang  butuh pengorbanan. Butuh ketekunan untuk mencatat semua pengeluaran, butuh komitmen untuk melakukan apa yang direncanakan, termasuk menunda kesenangan, berhemat secara cerdas dan menghasilkan surplus. Karena kalau gak surplus, ya tak ada yang bisa dikelola. Untuk mendapatkan surplus, pendapatan harus lebih besar dari pengeluaran. Bukan selalu pengeluarannya yang diperkecil sih, tapi pendapatannya juga diperbesar dan dikelola.

Secara sederhana, inti mengelola adalah bagaimana mengatur pengeluaran dan bisa saving serta investasi. Beda lho antara saving dan investasi, yang satu menyimpan dan yang satunya menghasilkan uang.  Untuk itu setiap orang perlu memiliki kecerdasan finansial, yang oleh Budi Raharjo dikatakan ada lima kecerdasan finansial yaitu,

1. Kecerdasan menciptakan uang
2. Kecerdasan membelanjakan uang agar surplus
3. Kecerdasan mengelola surplus menjadi berkembang
4. Kecerdasan melindungi uang kita
5. Belajar terus berinvestasi

Lalu pertanyaannya, mulai dari mana? Budi Raharjo mengatakan bahwa kita harus tahu dulu bagaimana kesehatan keuangan kita. Cek deh,

  • Berapa penghasilan kita per bulan, berapa pula per tahunnya plus bonus, THR, gaji ke sekian belas hehehe
  • Bagaimana kondisi penghasilan kita, aktif atau pasif, naik atau turun.
  • Ke mana selama ini penghasilan tersebut dibelanjakan. Itulah gunanya pencatatan agar kita tahu, jangan-jangan terlalu banyak untuk jajan di luar atau belanja online.
  • Pelajari polanya agar dapat bersiap, harus tahu kapan pengeluaran lebih besar dari biasanya, misal saat lebaran, naik kelas dan liburan sekolah, libur akhir tahun, jatuh tempo pajak kendaraan dll

Nah bagaimana soal tabungan dan utang atau cicilan, cek deh!

  • Berapa besar cicilan yang kita punya saat ini, misal kendaraan, rumah, gawai, dst. Berapa total.
  • Berapa sisa saldo utang dan kapan selesai
  • Berapa rasio utang anda terhadap penghasilan
  • Berapa yang mampu anda tabung per bulannya

Rasio utang yang sehat itu tidak boleh lebih dari 35% penghasilan. Dengan catatan, itu diperbolehkan kalau penghasilan anda minimal lebih dari 3 kali UMP. Nah kalau penghasilan masih 1 kali UMP, ya gak boleh punya utang dulu, karena seluruh penghasilan masih diperlukan untuk biaya hidup sehari-hari. Nah,bila penghasilan anda besarnya 2 kali  UMP, anda bisa memiliki utang sekitar 20 persen saja. Tapi kalau saya mah sebisa mungkin gak punya utang ya hehehehe.

Sekarang soal tabungan. Sebaiknya setiap orang memiliki tabungan dengan jumlah minimal 10 persen dari penghasilan. Tapi itu idealnya bila saat ini usia anda 20 tahunan heheh. Nah kalau udah 30 tahun lebih ya gak segitu, bahkan idealnya mencapai 45 persen, karena kita waktu yang kita miliki untuk sampai di usia pensiun makin pendek, dan tabungan itu diperlukan untuk bisa menikmati hidup di usia pensiun dengan sejahtera. Ini kita belum bicara soal investasi ya. Hmm… nanti ya belajar lebih lanjut di volume kedua.

Bagaimana dengan Anda

Saya membagi penghasilan menjadi 4 pos utama yaitu, charity, lifestyle, saving dan daily. Besaran masing-masing pos menggunakan persentasi dari penghasilan, yang besarnya bisa fleksibel atau berubah-ubah sesuai kondisi keuangan. Dulu di awal menata keuangan saya hanya mampu dengan urutan persentasi 10, 20, 0, 70. Lalu dengan bertambahnya penghasilan dan makin baiknya pengelolaan keuangan kami bisa merubah besaran persentasi masing-masing.

Jadi setiap gajian atau setiap mendapatkan uang entah itu honor menulis atau honor-honor pekerjaan saya lainnya, saya langsung membaginya di awal. Jadi ya dibelanjakan sesuai dengan uang yang ada di pos masing-masing. Lumayanlah, kalau kita disiplin mengelola dan tahu untuk apa saja uang itu dikelola. Alhamdulillah hasil dari menata keuangan, setahun belakangan saya bisa membuat alokasi persentasi yang sama besar antara saving dan daily dan tetap mempunyai alokasi  20% untuk traveling, hangout dan belanja-belanja lucu.

Namun begitu, masih banyak yang perlu dibenahi sih, saya masih belum mampu berinvestasi.  Selain jumlahnya yang masih sedikit untuk diinvestasikan, saya juga masih bingung investasinya dalam bentuk apa yang paling aman dan halal tentu saja. Selama ini masih sederhana saja, kalau ada ada rezeki lebih, saya tukarkan uang saya dengan logam mulia dalam bentuk dinar. Pertimbangannya sederhana saja, karena kemudahan untuk mendapatkan dan mencairkan bila diperlukan dan aman secara syariat. Makanya pengen juga belajar soal investasi.

Nah, sebagai penutup tulisan ini, Budi Raharjo juga menyampaikan inti atau kesimpulan pemaparan beliau, yaitu

Cek kesehatan keuangan anda, jujur pada diri sendiri kalau memang gak sehat. Perencanaan keuangan itu memang berat, namun beranilah mengambil langkah penguatan meski dari hal-hal atau jumlah yang kecil.

Selamat Mencoba

Salam!

«

»

1 COMMENT

  • Inna Riana

    aduh iya kudu cek n ricek, tung itung itung… makasi udah mengingatkan, mba donna

what do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • GIVE AWAY!
Free 3 Seat #TELISIKBUDAYA bersama @IdCorners

Dear IDCers,
Sudah tahu kan kalau Indonesia Corners kembali mengadakan acara seru? Yup, acara bertajuk #TelisikBudaya ini akan diadakan di Desa Budaya Sindang Barang, Bogor. 
Di sana, bakal ada sesi Travel Blog & Photography Workshop dengan pembicara Kak Donna Imelda @travelecturer, Travel Blogger, Cofounder Indonesia Corners dan Uni Raiyani M.@raiyanim, Travel Photographer.

Bakal dibahas panjang lebar Tips & Trik Travel Fotografi & Blog, lho. Terus, Kalian bisa mengikuti kompetisi Travel Blog dengan hadiah menarik dari Fuji Film. Tak hanya itu, kita bakal praktek langsung berburu foto, ya!  Waa, seru!

Nah, buat kalian yang berminat banget ikutan acaranya bisa lho ikutan #IndonesiaCornersQuiz

Caranya mudah, cukup repost banner acara Telisik Budaya di akun Instagram Indonesia Corners di feed Instagram kalian masing-masing. Jangan lupa follow akun Instagram Indonesia Corners dan para pembicaranya ya! Mention tiga teman kalian untuk ikutan kuis ini. Mudah, khaaan? 
Jangan lupa tag @idcorners dan beri hestek  #IndonesiaCornersQuiz dan #IndonesiaCorners ya

Kuis ini berlangsung hingga tanggal 20 Agustus 2019. Apa hadiahnya? Ada tiga seat ikutan acara Telisik Budaya Indonesia Corners di Bogor untuk 3 pemenang yang beruntung.

Mimin tunggu ya partisipasinya!

#IndonesiaCornersQuiz
#IndonesiaCorners
#IDCorners
  • Melihat rangkaian foto ini membawa banyak kenangan ke masa lalu.

Bayi yang terlahir normal meski terjerat tali plasenta di lehernya  pada 14 Agustus 2002 ini, memiliki berat lahir 4 kg dan terdiagnosa "manis" sejak kecil. Saking manisnya ia harus masuk inkubator selama 5 hari setelah dilahirkan karena selama dalam kandungan ibunya gemar stok teh botol dalam refrigerator dan mensuplai gula berlebih untuknya hehehe.

Hanifah Dianti Maharani namanya, kami sering memanggilnya dengan Rani. Tumbuh dengan karakter feeling introvert yang kuat dan sangat feminin. Bertolak belakang dengan kakaknya yang sangat maskulin. Tak heran bila rok panjang menjadi gaya andalannya setiap keluar rumah.

Rani menjadi alarm bagi kami serumah, pengingat kalau bunda pakaiannya sering gak syar'i,  pengingat ayah supaya jangan mudah percaya sama hoax, pengingat kakak jangan suka iseng megang2 wajah supaya gak jerawatan.

Rani sensitif dan penyayang, mudah jatuh iba dan selalu ingin memberi lebih. Itulah kenapa kalau naik ojol atau angkot, atau pesen gofood, tambahan ongkosnya bisa lebih gede dari ongkosnya sendiri. "Biar abangnya gak susah cari kembalian, bun." sebuah alasan yang menunjukkan betapa gadis ini tak ingin terlihat istimewa dengan pilihan sikapnya. 
Rani yang bilang ingin jadi relawan dunia, yang tadinya bercita-cita jadi psikolog tapi kini  tertarik dengan ilmu komunikasi sekarang sedang berjuang mempersiapkan diri agar bisa masuk universitas pilihannya. Sebagaimana prinsip yang ia pelajari bahwa manusia memang harus berilmu dan sebaik-baiknya manusia ialah yang dengan ilmunya ia bisa bermanfaat  bagi umat.

Tak ada lain yang bisa bunda berikan, nak..., selain doa yang mengiringi setiap langkahmu.

Berjalanlah di muka bumi Allah dengan rendah hati, jangan mengambil hak orang lain, apalagi sampai menzalimi. 
Tumbuhlah sehat dan cerdas, menjadi pribadi yang kuat dan tahan dalam tempaan kehidupan serta menjadi cahaya buat orang-orang di sekelilingmu.

Takut dan bergantung saja sama Allah sambil terus berikhtiar dan istiqomah di jalan-Nya. Langitkan segala doa dan harapan ke arasy-Nya. Insyaa Allah tak ada doa yang tak dijabah.

Selamat ulang tahun yang ke-17, Kesayangan Bunda..
  • #Repost @idcorners (@get_repost)
・・・
Indonesia Corners kembali mengadakan Travel Blog & Photography Workshop dengan pembicara 
Donna Imelda, Travel Blogger, Cofounder Indonesia Corners
Raiyani M., Travel Photografer

Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Agustus 2019
Waktu : 07.00 WIB - Selesai
Registration : Rp 250.000

Tips & Trik Travel Fotografi & Blog Di Kampung Budaya Sindang Barang, Bogor. Dan, ikuti kompetisi Travel Blog dengan hadiah menarik dari Fujifim 
Juara 1 Fujifilm XA3 
Juara 2 Fujifilm XA20
Juara 3 Fujifilm XP140 (underwater)

Agenda : Explore Kampung Budaya Sindang Barang, Sajian Tari Tradisional, Kunjungan Ke Pabrik Sepatu dan Pura Agung Jagatkartya

Silahkan mendaftar, kami akan menghubungi via wa/email untuk informasi transfer dan informasi lengkap workshop tersebut.

Contact : Dedew (082137762809)

form registrasinya bit.ly/telisiksindangbarang
.
.
.
#idcorners
#travelbloggerindonesia
#travelworkshop
#travelwitting
#jalanjalan
  • Selamat menempuh fase baru sebagai mahasiswa @rizkafarah27. Doa Bunda selalu! 
#Repost @rizkafarah27 (@get_repost)
・・・
"We have laid good foundations for industrial prosperity, now we want to assure the happiness and growth of the workers through vocational education, vocational guidance, and wisely managed employment departments. A great field for industrial experimentation and statesmanship is opening up." —Thomas A. Edison
⠀
Hey, folks! I'm Rizka Farah and I'm ready to be a part of Department of Social Humanities, Vocational Program of Multimedia Broadcasting in University of Indonesia class of 2019
⠀
We're ready to improve the quality competencies of our national human resources
⠀
#VOKASIUI2019
#BanggaVokasi
#TriwarnaMuda
#UniversitasIndonesia
#AkuMabaUI2019
  • Build Your Personal Brand in Digital Age

Begitulah kira-kira pesan yang ingin saya sampaikan pada mahasiswa-mahasiswa ini dalam kuliah tamu di Program Studi Teknik Kimia Universitas Jayabaya, 3 Agustus 2019 kemarin.
Meski profesi chemical engineer yang mungkin kelak akan mereka tekuni nanti tidaklah bersentuhan langsung dengan publik dan media digital namun membangun karir tak bisa dilepaskan dari kesuksesan seseorang membangun personal brand di dunia profesional.

Semoga bermanfaat yaaaa

#travelecturerlife #RedefiningMe #donnametamorphjourney #womanintech #km28,8 #generallecture #himateka
  • [Yuk jadi Relawan Narasumber dan Dokumentator RuBI 2019]

Ruang Berbagi Ilmu membuka kesempatan untuk kamu bergabung menjadi Relawan Narasumber dan Dokumentator RuBI 2019 ✨

Tahun ini, RuBI mengajakmu berlayar ke 5 daerah di Indonesia, yaitu Aceh Singkil, Jember, Lombok Utara, Bali, dan Kepulauan Sula.

Tentu, kamu bisa memilih satu wilayah untuk bertemu guru-guru yang sudah menunggumu.

Tak perlu buru-buru, pahami dulu, nanti kasih tahu keputusanmu lewat tautan di bawah ini ya!

Tautan Pendaftaran Narasumber:
bit.ly/RuBINarasumber2019

Tautan Pendaftaran Dokumentator:
bit.ly/RuBIDokumentator2019

Periode Pendaftaran:
3 Agustus - 21 Agustus 2019

Kita beri mereka hadir yang tak sekedar mampir. Hadir yang dari hati, semangat untuk berbagi

#TerusBelajar
#BergerakBersama
#BerbagiSelamanya
----------------------------------------
.
Facebook dan Youtube : Ruang Berbagi Ilmu
Instagram dan Twitter : @rberbagi_ilmu
Website : www.ruangberbagiilmu.com
  • ADOFANI FAMILY

Mas Adnan dari @kotakmemori.std yang bikin karikatur kami memang jago banget bikin gambar yang pas banget dengan personality kami  berempat. Padahal cuma  sekilas saya sampaikan tentang kami plus satu dua foto pendukung saja.
Kalian bisa menebak gak kira-kira aku bilang apa pada beliau sehingga jadilah gambar ini.

Nah untuk lucu-lucuan aku bikin give away di Facebook dan Instagram, ada pulsa 50 ribu untuk 3 orang yang tebakannya paling pas. Cuma sampai besok hari pukul 07.30 wib yaaaa. Sila isi di kolom komen di Facebook atau di Instagram aku ya, temans!
.
#RoadTo22WeddingAnniversary #giveaway #adofanifamily #donnametamorphjourney
  • Coz we are the great team, The Winning Team!
.
Keluarga,
selalu bisa mengingatkan saya, bahwa mereka adalah salah satu tempat saya kembali di dunia. Keluarga pula yang mengingatkan bahwa saya bukan siapa-siapa tanpa mereka, meski saya memperoleh pencapaian yang besar di luar sana.

Anak-anak adalah process control kami. Kami tahu bahwa kami tak mungkin pantas menjadi panutan mereka bila pada teladan yang kami ajarkan kami justru melakukan hal sebaliknya, hal yang mungkin saja mereka tidak ketahui. .
Bahwa mengajarkan adalah dengan melakukannya terlebih dahulu dan menjadi role model adalah cara terbaik untuk belajar tentang hidup sambil terus tumbuh bersama.

Sejatinya, tepuk tangan dan segala pujian di luar sana sungguh tiada guna bila saya gagal membawa keluarga saya bersama dalam pencapaiannya.

Because we are the great team,
The Winning Team!

Terimakasih untuk tahun-tahun yang luar biasa Agustinus Ahaddian Ginting, Rizka Farah Diba Dianti, Hanifah Dianti Maharani.

#RoadTo22ndAnniversary #RedifiningMe #donnametamorphjourney #TravelecturerLife #AdofaniWorld #lifemate #couplegoals #AyoPelesiran