Search here...
TOP

Tag: Pulau Doom

  • No Caption...
📷 by @tutyqueen
  • Jadi mari kita posting edisi lengkap sebelum dikutuk jadi Donna Kundang hahaha.
Colek @teguhsudarisman @syaifuddin1969

Ceritanya begini,
perempuan banyak mau kek saya emang pengen aja tau banyak hal, belajar banyak hal, bahkan untuk hal2 yang katanya untuk generasi millenial.

Bagi saya ilmu tak mengenal umur, walau mungkin bukan buat saya tapi ilmu tak pernah kadaluarsa, bisa saya bagikan lagi buat anak-anak saya, buat mahasiswa2 saya dan buat orang2 yang ingin belajar.
Bukankah sebaik2nya ilmu adalah ilmu yang diamalkan.

Makasih Mastah @teguhsudarisman sharing ilmunya hari ini meski bikin rambut saya keriting manjah hahaha. Gak cukup cuma hari ini pokoknya ya, sampai jumpa di the best place in town versi Lunette ya hahaha
  • Jarang2 ngumpul dengan sepupu-sepupu. Untung belum dicoret dari daftar keluarga hahaha
  • Anteng sambil belajar di kubikel nungguin bunda ngajar.
  • Alhamdulillah....
  • Kulit kering dan tumit pecah-pecah itu bagi saya bukan hanya sekedar mengganggu penampilan namun juga mengganggu aktivitas karena jadi tidak nyaman digunakan berjalan.

Kulit tumit yang menebal dan pecah-pecah sering kali terasa mengganggu saat bergesekan dengan pakaian atau kaos kaki, menimbulkan rasa gatal dan akhirnya jadi ditarik-tarik deh kulit yang kering itu.
Nah kejadiannya sih akhirnya jadi luka dan menimbulkan rasa perih dan sakit ketika dipakai berjalan. Gak banget khan.

Gimana cara aku ngatasinnya dengan Sato Pastaron? 
baca pengalamanku di sini yaaa.

http://donnaimelda.com/kulit-kering-dan-tumit-pecah-pecah-ternyata-gampang-mengatasinya/

Oh ya, di foto kedua ada foto perbandingan sebelum pemakaian dan sesudahnya. Keliatan dan kerasa banget bedanya makanya aku mau terusin sampai betul2 mulus lagi. Haseeek

#satopastaroncream #solusitumitpecah #aeonmalljakartagardencity
  • Ketika rumah sepi, semua dah berangkat.Keisengan pagi ini diisi bikin video gegara kesengsem sama Keluarga Cemara dan terinspirasi sama videonya Mas @ekasumadji hehehe. Thanks, Mas...
  • Jalan Allah yang membuat saya akrab dengan julukan travel blogger. Padahal meski traveling dan berpindah kota menjadi bagian hidup saya sejak kecil, saya tak pernah bermimpi hingga sejauh ini.

Memilih profesi sebagai dosen waktu itu pun sepertinya the one and only, dan gak pengen punya profesi lain apalagi sampai keluar dari institusi di mana saya tumbuh selama 18 tahun.

Tapi hidup memang bukan kita sutradaranya, ketika dengan cara-Nya Tuhan menghadirkan dunia lain tempat saya membangun kurva kedua, saya mensyukurinya sebagai anugerah yang luar biasa. Karena sejak itulah saya berani keluar dari zona nyaman, berani membuka satu per satu pintu petualangan baru dan menikmatinya sambil mengatakan, "oh ternyata saya bisa kok melakukannya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat"

Lalu ke mana langkah kaki setelah ini, langkah di tahun 2019.  Sejauh apa langkah akan dibawa. Kembali ke zona nyaman yang mulai menggoda rasa malas untuk bermanja, atau membangun kurva baru lagi yang lebih menantang hingga ke puncak di usia segini?

Kurva ketiga? Are you sure, Na?!