Search here...
TOP

Category: Woman’s Thought

  • Hari ini saya belajar dari dua anak muda ini, yang meski masih muda, soal fotografi udah gak diragukan lagi. Kenal keduanya sebagai sesama volunteer di KIJP dan yang satu adalah mantan mahasiswa saya. Keren ya, kalau dulu anak muda ini yang belajar dengan saya, sekarang saya belajar dengan dia.

Seru...karena dari balik gawai segenggaman tangan dengan satu klik bertanda kamera, banyak hal yang bisa digali dan dipelajari. Hari ini saya tak hanya belajar soal teknis, tapi juga komposisi, elemen2, prinsip desain hingga pesan yang ingin disampaikan untuk menghasilkan foto yang "kuat" dan "berbicara"

Thanks @rendykamil, thanks @audi_rulindra untuk sharing ilmunya. Semoga berkah. Ditunggu sharing2 selanjutnya
  • Gak bisa liat sudut kece nganggur.
  • Sudah keliatan pura-pura candid belum?
  • Ada yang saya perjuangkan setahun belakangan demi satu keputusan bulat yang saya tahu bila saya tempuh jalannya akan banyak sekali tantangan.

Tak berjanji bertemu, namun Allah mempertemukan kami seharian ini. Terima kasih, Ira...sudah menyuntikkan informasi yang menguatkan.Sepertinya memang harus kembali ke Bogor ya.
  • Dari sebuah ruang yang disebut kubikel, akan ada berapa karya yang lahir dan berapa imaji yang mengangkasa.
  • Kesayangan akuuuuuh... @hain_harahap @val_lentd 
Kangeeeeen....
  • Suatu sore di jantung Djakarta
  • Sebenarnya syedih gak bisa nge-RUBI tahun ini. 2018 memang fase transisi dan banyak banget yang harus dibenahi dan disusun ulang prioritasnya.
Tapi alhamdulillah, Insyaa Allah akan mendapatkan bentuknya akhir tahun ini dan siap tinggal landas lagi di awal 2019.

Gak banyak yang berubah sebenarnya, cuma orientasinya aja yang berubah. Mencoba untuk melakukan semua kegiatan dengan niat baru. Fokusnya berbenah diri dan keluarga, mendampingi dua anak gadis meraih cita-cita mereka untuk sekolah di universitas dan jurusan yang diinginkan. 
Kampus memang jadi prioritas lagi sekarang setelah hampir 4 tahun ditinggalkan, disusul dengan volunteering dan pengabdian masyarakat. Lalu traveling masuk prioritas yang mana? Blessing me, traveling bisa jadi bagian dalam dua kegiatan terakhir.

Jadi kalau dulu bokap nanya apa nilai plusnya jalan-jalan dan aku jawabnya khan bisa sambil volunteering dan atau dapat duit. Sekarang mah dibalik aja aku volunteering dan pengabdian sambil traveling. Lha emang ada bedanya?!
Beda!!
.
.
Bukankah, "tak ada yang lebih baik daripada bekerja berdasarkan urutan prioritas"

So, bagaimana dengan kalian? Apa urutan prioritas kalian saat ini?